Terungkap! Ini Alasan Badan Pegal Berhari-hari setelah Gym
JAKARTA, iNews.id - Badan terasa pegal setelah berolahraga di gym merupakan kondisi yang cukup umum, terutama setelah melakukan latihan dengan intensitas atau beban yang lebih tinggi dari biasanya. Rasa tidak nyaman tersebut bisa membuat tubuh terasa kaku hingga beberapa hari setelah latihan.
Kondisi ini tidak selalu berarti olahraga yang dilakukan salah. Ketika otot mendapatkan tekanan saat latihan, tubuh membutuhkan waktu untuk melakukan proses pemulihan. Karena itu, rasa pegal setelah berolahraga perlu dipahami sebagai bagian dari respons tubuh terhadap aktivitas fisik.
Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, mengatakan, pemulihan tubuh setelah berolahraga tidak hanya dipengaruhi oleh latihan, tetapi juga asupan nutrisi.
"Protein perlu dipenuhi secara konsisten, bukan hanya pada saat berolahraga. Walaupun sedang tidak berolahraga, pola makan tetap harus diperhatikan dan tidak boleh menjadi berantakan," ujar dr Dedy dalam sesi live Instagram @ptkalbefarmatbk, Kamis (10/9/2026).
Mengapa Badan Bisa Pegal setelah Gym?
Saat melakukan latihan fisik, otot mengalami tekanan. Terlebih jika seseorang baru meningkatkan beban, durasi, atau jenis latihan tertentu.
Tubuh kemudian membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan memperbaiki jaringan otot. Proses tersebut dapat menyebabkan munculnya rasa pegal atau nyeri otot setelah latihan.
Namun, durasi dan tingkat pegal dapat berbeda pada setiap orang. Seseorang yang baru mulai berolahraga atau kembali latihan setelah lama berhenti umumnya dapat merasakan keluhan lebih kuat dibandingkan orang yang sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut.
Pemulihan juga tidak hanya bergantung pada seberapa keras latihan dilakukan. Kecukupan nutrisi dan tidur menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kekurangan Protein Bisa Ganggu Pemulihan
Protein merupakan salah satu zat gizi yang berperan dalam pemeliharaan dan pemulihan otot. Karena itu, orang yang rutin berolahraga perlu memperhatikan kecukupan protein dalam pola makan sehari-hari.
Dokter Dedy mengatakan kekurangan protein dapat membuat seseorang lebih cepat mengalami kelelahan setelah berolahraga. Kondisi tersebut juga dapat membuat rasa pegal atau nyeri otot setelah latihan berlangsung lebih lama.
Meski demikian, kebutuhan protein tidak sama untuk setiap orang. Jumlah yang diperlukan perlu disesuaikan dengan berat badan, aktivitas fisik, intensitas latihan, serta tujuan olahraga.
"Workout goals tidak hanya ditentukan oleh latihan. Target setiap orang berbeda, ada yang ingin meningkatkan massa otot, menurunkan berat badan, atau mengejar prestasi olahraga," tutur dr Dedy.
Artinya, meningkatkan asupan protein secara sembarangan bukan solusi untuk mengatasi pegal setelah gym. Pemenuhannya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan pola makan secara keseluruhan.
Jangan Lupakan Tidur setelah Olahraga
Selain makanan, tidur juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Tubuh tetap membutuhkan waktu untuk memperbaiki dan memulihkan diri setelah melakukan aktivitas fisik.
"Tidur yang cukup juga tetap diperlukan, karena olahraga, pola makan, dan tidur merupakan bagian yang saling berkaitan. Jadi, untuk mencapai target olahraga, ketiganya perlu dilakukan secara disiplin dan konsisten," kata dr. Dedy.
Karena itu, seseorang yang ingin mendapatkan hasil optimal dari latihan sebaiknya tidak hanya berfokus pada frekuensi maupun intensitas gym. Pola makan yang seimbang dan waktu istirahat yang cukup juga perlu menjadi bagian dari rutinitas.
Kapan Pegal setelah Gym Perlu Diwaspadai?
Pegal setelah olahraga umumnya akan membaik seiring waktu dan pemulihan tubuh. Namun, rasa sakit yang sangat berat, memburuk, disertai pembengkakan yang signifikan, kelemahan ekstrem, atau keluhan lain yang tidak biasa sebaiknya tidak dianggap sebagai pegal biasa.
Jika keluhan terasa berat atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pada akhirnya, tubuh membutuhkan keseimbangan antara latihan, nutrisi, dan istirahat. Memaksakan latihan ketika tubuh belum pulih justru dapat mengganggu proses pemulihan dan meningkatkan risiko masalah akibat latihan berlebihan.









