4 Kesalahan Ibu-Ibu saat di Toilet, Bikin Anyang-anyangan Sampai Meriang!

4 Kesalahan Ibu-Ibu saat di Toilet, Bikin Anyang-anyangan Sampai Meriang!

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 4 September 2026 - 22:05
share

BUANG air kecil dan membersihkan diri di toilet merupakan rutinitas harian yang terkesan sederhana. Namun, tanpa disadari, banyak kebiasaan keliru yang kerap dilakukan kaum wanita, khususnya para ibu.

Padahal, kekeliruan ini bisa mendatangkan risiko yang besar. Dampaknya bisa terlihat ke kesehatan organ intim hingga gangguan pernapasan dan panggul jangka panjang.

Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah dalam unggahan video di akun Instagramnya membeberkan setidaknya 4 kekeliruan umum saat berada di toilet yang sering kali dianggap lumrah oleh masyarakat. Ia mengingatkan dampak serius dari kebiasaan-kebiasaan tersebut.

“Menurut penelitian ada empat, dan yang nomor empat ini sering bikin ibu-ibu meriang dan anyang-anyangan, hati-hati,” kata dr. Andika.

1. Mengejan

Kesalahan pertama saat berada di toilet adalah mengejan saat buang air kecil. Banyak orang sengaja mengejan agar proses buang air kecil terasa lebih cepat dan tuntas. Padahal secara fisiologis, mekanisme berkemih membutuhkan kondisi tubuh yang rileks.

“Satu, ngeden saat kencing. Katanya biar cepat tuntas, kencing cepat selesai. Padahal pipis itu kerjanya rileks, bukan didorong,” ungkap dr. Andika.

dr. Andika menjelaskan bahwa dorongan kuat saat berkemih justru memicu ketegangan pada otot dasar panggul. Akibatnya, aliran urin menjadi tersumbat dan berisiko memicu masalah prolaps organ panggul di kemudian hari.

“Saat seseorang ngeden saat kencing, yang terjadi adalah otot dasar panggulnya makin tegang. Saat otot dasar panggul makin tegang, kencing keluar makin susah. Dan buat perempuan-perempuan yang sering ngeden saat kencing, ada resiko peranakan turun di saat tua nanti,” jelas dr. Andika.

2. Membersihkan Area Intim dengan Sabun

Kedua adalah membersihkan area intim dengan sabun. Niat hati ingin menjaga kesegaran dan kebersihan, mengoleskan sabun pada area intim justru merusak ekosistem alami flora normal yang bertugas melindungi organ kewanitaan.

“Dua, cebok pakai sabun. Niatnya biar wangi, biar bersih. Padahal, area intim punya penjaganya sendiri, yaitu bakteri baik. Sabun bikin penjaganya mati. Yang mau gantiin, ya pasti bakteri jahat,” tutur dr. Andika.

dr. Andika menegaskan bahwa penggunaan air bersih yang mengalir sudah sangat cukup untuk membilas area intim. Jadi, tidak perlu tambahan pembersih berbahan kimia.

“Cukup air bersih dan mengalir saat cebok. Kamu habis pipis cebok pakai sabun kah? Ayo coba ngaku dan komen di bawah,” tambah dia.

 

3. Buang Air Kecil dengan Menggantung

Ketiga adalah buang air kecil dengan menggantung. Saat menggunakan toilet duduk umum, banyak perempuan memilih posisi setengah jongkok atau menggantung karena khawatir akan kebersihan dudukan toilet. Sayangnya, posisi ini memicu kontraksi berlebih pada otot panggul sehingga urin tidak terbuang secara tuntas.

Sisa urin yang tertampung di dalam kandung kemih menjadi media berkembang biak yang sangat disukai oleh bakteri penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK).

“Tiga, pipis posisi menggantung di toilet duduk. Niatnya biar higienis. Tapi, saat posisi kencing menggantung, otot panggul jadi tegang lagi. Pipis susah keluar semua, ada sisanya, dan bakteri pesta lagi dan jadi infeksi saluran kencing,” papar dr. Andika.

4. Mengusap Area Intim dari Belakang ke Depan

Kesalahan keempat merupakan yang paling krusial dan kerap diabaikan. Menyiram atau mengusap area intim dari arah belakang (anus) menuju ke depan (vagina/saluran kemih) memindahkan kuman berbahaya secara langsung ke saluran kencing.

Anatomi tubuh wanita yang memiliki jarak sangat dekat antara anus dan muara saluran kemih membuat risiko kontaminasi bakteri tergolong amat tinggi. Mengingat dampaknya yang bisa memicu anyang-anyangan hingga demam meriang akibat infeksi, dr. Andika mengimbau para ibu untuk selalu membilas area intim dengan gerakan lurus dari arah depan ke belakang.

“Empat, cebok dari belakang ke depan. Kuman dari dekat lubang buang air besar bisa masuk ke dalam lubang air kencing. Untuk ibu-ibu, jaraknya itu cuma beberapa senti. Jadi, perhatiin arah cebok kamu,” pungkas dia.

Topik Menarik