Anak-Anak Penyintas Kanker Butuh Teman Bermain dan Ruang untuk Bahagia, Ini Alasannya

Anak-Anak Penyintas Kanker Butuh Teman Bermain dan Ruang untuk Bahagia, Ini Alasannya

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 4 September 2026 - 11:48
share

JAKARTA, iNews.id – Perjuangan anak-anak menghadapi kanker tidak seharusnya membuat mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak. Di tengah proses panjang yang harus dijalani, mereka tetap membutuhkan ruang untuk bermain, berbicara, bersosialisasi, dan merasakan kebahagiaan seperti anak-anak lainnya.

Hal inilah yang coba dihadirkan dalam sesi aktivitas kebersamaan dengan anak-anak penyintas kanker bertajuk 'Glow and Grow'. Alih-alih menjadikan kondisi kesehatan sebagai pusat perhatian, kegiatan tersebut memberi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi secara lebih natural melalui permainan, aktivitas kreatif, dan percakapan.

Pendekatan semacam ini penting karena anak tidak seharusnya terus-menerus dipandang hanya dari kondisi yang sedang mereka hadapi. Di balik status sebagai penyintas kanker, mereka tetap memiliki kebutuhan untuk bermain, memiliki teman, mengekspresikan diri, dan menikmati momen menyenangkan.

Aktivitas kreatif bersama penyintas kanker. (Foto: Istimewa)

Ketika interaksi lebih banyak dibangun melalui rasa iba, anak berisiko ditempatkan dalam posisi yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, kebersamaan yang lebih setara dapat membuat mereka merasa diterima tanpa harus terus diingatkan pada pengalaman sakit yang pernah atau sedang dijalani.

"Kami tidak ingin datang dengan sudut pandang kasihan. Kami justru ingin datang sebagai teman, bermain bersama, mendengar cerita mereka, dan menciptakan hari yang menyenangkan," ujar Ekma dari Creative Team Beautyinu dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).

Menurut Ekma, pengalaman bersama anak-anak tersebut justru memperlihatkan bahwa banyak hal yang bisa dibagikan tanpa menjadikan penyakit sebagai pusat cerita.

"Yang ingin kami bawa pulang bukan cerita tentang apa yang sedang mereka hadapi, tetapi tentang tawa, keberanian, dan energi positif yang kami rasakan ketika bersama mereka," lanjutnya.

Bukan Sekadar Memberi Bantuan

Kehadiran ruang bermain dan interaksi sosial menjadi penting karena dukungan terhadap anak penyintas kanker tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan material.

Waktu, perhatian, kesempatan untuk berkomunikasi, hingga ruang untuk melakukan aktivitas bersama juga dapat menjadi bagian dari dukungan sosial. Dalam suasana yang lebih cair, anak memiliki kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa harus terus ditempatkan sebagai seseorang yang sedang berjuang melawan penyakit.

Aktivitas tersebut sekaligus menunjukkan perubahan cara sebuah brand membangun hubungan dengan masyarakat. Beautyinu yang selama ini berkembang melalui ekosistem digital seperti konten, live shopping, marketplace, dan jaringan afiliator, mulai memperluas interaksi melalui pertemuan langsung berbasis komunitas.

Bagi brand yang tumbuh di tengah social commerce, hubungan dengan masyarakat memang tidak lagi hanya berlangsung ketika seseorang melihat konten atau membeli produk. Interaksi dapat berkembang menjadi pengalaman bersama yang terjadi di luar layar.

Dalam kegiatan bersama anak-anak penyintas kanker tersebut, produk maupun hadiah bukan ditempatkan sebagai pusat kegiatan. Kebersamaan justru menjadi pengalaman utama yang ingin dibangun.

Cara tersebut juga membuat dokumentasi kegiatan diarahkan pada pengalaman peserta, bukan mengekspos kondisi kesehatan mereka. Anak-anak tetap ditampilkan melalui aktivitas dan interaksi yang mereka jalani sehingga identitas sebagai penyintas kanker tidak menjadi satu-satunya cerita tentang diri mereka.

Anak Tetap Berhak Menikmati Masa Kecil

Pada akhirnya, kebutuhan anak penyintas kanker tidak berhenti pada perawatan dan dukungan selama menjalani masa sulit. Mereka juga membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka tetap tumbuh, berinteraksi, dan menikmati berbagai pengalaman masa kanak-kanak.

Bermain bersama teman, membuat sesuatu dengan tangan sendiri, tertawa, bercerita, atau sekadar menghabiskan waktu dalam suasana menyenangkan bisa menjadi pengalaman sederhana yang memiliki arti.

Karena itu, melihat anak penyintas kanker tidak semata-mata dari penyakitnya menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang lebih manusiawi.

Ekma menyebut aktivitas semacam ini akan terus dikembangkan melalui pendekatan berbasis komunitas dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin dikenal bukan hanya dari apa yang kami jual, tetapi juga dari bagaimana kami memperlakukan orang-orang yang kami temui sepanjang perjalanan brand ini," kata Ekma.

Bagi anak-anak penyintas kanker, pada akhirnya yang dibutuhkan bukan selalu perlakuan khusus. Ada kalanya mereka hanya membutuhkan sesuatu yang sangat sederhana, yaitu teman untuk bermain, seseorang yang mau mendengar, dan ruang untuk menikmati hari tanpa harus terus dilihat dari penyakit yang pernah mereka lalui.

Topik Menarik