Bubur untuk Sarapan, Benarkah Sehat? Ternyata Ini 5 Manfaatnya bagi Tubuh
BUBUR sudah lama menjadi salah satu menu sarapan favorit masyarakat. Tak hanya di Indonesia, tetapi berbagai negara lainnya, termasuk Thailand.
Bubur jadi pilihan favorit untuk sarapan karena mudah disantap, mudah dicerna, mengenyangkan, dan harganya terjangkau. Banyak orang memilih bubur sebagai sarapan karena dianggap memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah makan bubur di pagi hari benar-benar baik? Lalu, apa saja manfaatnya?
Dilansir dari Punthai, berikut 5 manfaat bubur untuk sarapan:
1. Mudah dicerna dan cocok untuk sarapan
Bubur dimasak hingga teksturnya lembut dan lunak sehingga lebih mudah dicerna dibandingkan nasi biasa. Pada pagi hari setelah bangun tidur, sistem pencernaan belum bekerja secara maksimal.
Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti bubur dapat membantu mengurangi risiko kembung, gangguan pencernaan, serta tidak membuat lambung bekerja terlalu berat.
2. Mengandung beragam nutrisi
Bubur dapat menjadi makanan yang cukup lengkap secara nutrisi, tergantung bahan yang digunakan. Karbohidrat berasal dari nasi, protein dari daging, lemak dari telur atau minyak, sementara vitamin dan mineral dapat diperoleh dari sayuran, rempah, dan bahan pelengkap lainnya.
Jika dikonsumsi sebagai sarapan, bubur dapat membantu menyediakan energi dan nutrisi untuk menjalani aktivitas di pagi hari tanpa membuat perut terasa terlalu berat.
3. Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan
Bahan utama bubur adalah beras, yang dapat menjadi sumber serat, terutama jika menggunakan jenis beras atau tambahan bahan pangan yang kaya serat. Serat membantu mendukung pergerakan usus dan mencegah sembelit.
Sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk mendapatkan manfaat serat yang lebih optimal, bubur dapat dilengkapi dengan sayuran dan bahan makanan kaya serat lainnya.
4. Mengenyangkan dan bantu kontrol berat badan
Bubur berbahan dasar nasi menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi. Jika dipadukan dengan protein, sayuran, dan bahan makanan bergizi lainnya, bubur dapat menjadi menu sarapan yang mengenyangkan.
Memilih bubur dengan komposisi yang seimbang dan tidak terlalu banyak minyak atau bahan tinggi gula dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan sepanjang hari. Karena itu, bubur juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang yang sedang berusaha mengontrol berat badan.
5. Bisa diolah jadi menu lezat
Salah satu kelebihan bubur adalah mudah dikreasikan sesuai selera. Ada bubur ayam, bubur ikan, hingga bubur vegetarian.
Berbagai bahan tambahan seperti telur, ayam, cakwe, kacang, hingga sayuran juga dapat ditambahkan sesuai kebutuhan. Teksturnya yang lembut membuat bubur relatif mudah disantap oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Berapa Kalori dalam Semangkuk Bubur?
Bagi orang yang sedang mengatur pola makan atau menurunkan berat badan, jumlah kalori dalam semangkuk bubur mungkin menjadi perhatian. Namun, kandungan kalorinya sangat bergantung pada jenis dan jumlah bahan yang digunakan.
Secara umum, satu porsi bubur dapat memberikan sekitar 150–200 kilokalori dengan kandungan karbohidrat sekitar 25–30 gram. Namun, angka tersebut dapat berbeda cukup jauh tergantung ukuran porsi, jenis protein, telur, minyak, serta bahan pelengkap yang digunakan.










