Riset: Kesepian Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Riset: Kesepian Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 2 September 2026 - 22:10
share

JAKARTA — Merasa kesepian dalam waktu lama ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Kurangnya hubungan sosial dan dukungan dari lingkungan disebut dapat memengaruhi kesehatan secara lebih luas.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, mengungkapkan hal tersebut melalui utas di akun Threads miliknya. Ia menjelaskan bahwa kesepian dan isolasi sosial kini menjadi perhatian dalam kaitannya dengan kesehatan organ vital.

“Kesepian ternyata bukan cuma bikin hati nggak enak. Jantung dan otak juga bisa ikut kena dampaknya,” tulis dr. Adam, dikutip Rabu (2/9/2026).

Menurut dr. Adam, isu mengenai kesepian bukanlah persoalan sepele. American Heart Association juga telah menyoroti social isolation atau isolasi sosial dan loneliness atau kesepian sebagai faktor yang relevan terhadap kesehatan.

Lebih lanjut, dr. Adam membagikan hasil riset yang melihat hubungan antara kesepian dan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko pada orang yang mengalami kesepian atau memiliki hubungan sosial yang terbatas.

“Hasilnya adalah orang yang merasa kesepian atau terisolasi secara sosial memiliki risiko penyakit jantung koroner sekitar 29 lebih tinggi dan stroke sekitar 32 lebih tinggi dibandingkan mereka yang hubungan sosialnya lebih baik,” ungkapnya.

Kesepian Tidak Langsung Sebabkan Serangan Jantung

Meski demikian, dr. Adam menegaskan bahwa hasil riset tersebut tidak berarti kesepian secara langsung menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung.

“Kendati demikian, dr. Adam meluruskan bahwa temuan ini bukan berarti rasa sepi secara langsung merusak pembuluh darah seketika. ‘Tentu ini bukan artinya kesepian pasti bikin serangan jantung’ ya,” tambah dr. Adam.

Menurutnya, peningkatan risiko kesehatan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai dampak yang muncul ketika seseorang mengalami kesepian dan minim dukungan sosial. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus mendorong seseorang menjalani pola hidup yang kurang sehat.

“Orang yang kesepian atau minim dukungan sosial cenderung lebih mudah jatuh ke pola hidup yang kurang sehat, misalnya aktivitas fisik berkurang, pola makan memburuk, merokok, minum alkohol, tidur terganggu,” pungkas dr. Adam.

Berbagai kebiasaan tersebut, ditambah stres emosional dan gangguan tidur, pada akhirnya dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh. Karena itu, menjaga hubungan sosial dan memiliki dukungan dari orang-orang terdekat tidak hanya penting bagi kesehatan mental, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Topik Menarik