Bukan Cuma Cuci Muka, Dokter Ungkap Pentingnya Cuci Hidung untuk Bersihkan Polusi

Bukan Cuma Cuci Muka, Dokter Ungkap Pentingnya Cuci Hidung untuk Bersihkan Polusi

Gaya Hidup | inews | Kamis, 3 September 2026 - 07:41
share

JAKARTA, iNews.id - Bukan hanya wajah dan tangan yang perlu dibersihkan setelah beraktivitas di luar ruangan. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Gia Pratama, mengungkap pentingnya cuci hidung untuk membantu membersihkan rongga hidung dari debu, polusi, alergen hingga lendir.

Aktivitas di luar ruangan membuat tubuh setiap hari terpapar berbagai partikel dari lingkungan. Jika mencuci tangan dan membersihkan wajah sudah menjadi kebiasaan, kebersihan rongga hidung juga perlu diperhatikan.

Meski demikian, masih banyak orang yang merasa takut atau ragu melakukan cuci hidung. Kekhawatiran tersebut mulai dari rasa sakit hingga anggapan cairan dapat masuk ke saluran pernapasan yang salah.

Melalui unggahan video di akun Instagramnya, dr Gia menjelaskan cuci hidung dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan rongga hidung apabila dilakukan menggunakan teknik yang tepat.

“Teman-teman, siapa di sini yang pernah mencoba cuci hidung? Atau masih takut? ‘Takut sakit, Dok! Takut airnya masuk ke saluran yang salah! Takut gak aman, apalagi untuk bayi!’. Padahal, dengan teknik yang benar, cuci hidung merupakan salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan rongga hidung,” kata dr Gia, dikutip Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, hidung memiliki fungsi seperti filter udara alami. Setiap hari, organ tersebut menyaring berbagai partikel yang masuk bersama udara.

“Coba bayangkan, hidung kita itu kan seperti filter udara. Setiap hari hidung menangkap debu, polusi, alergen, hingga lendir-lendir. Kalau filternya kotor dan tidak pernah dibersihkan, lama-lama fungsinya bisa kurang optimal,” ujarnya.

dr Gia juga menjelaskan mengenai kekhawatiran larutan cuci hidung masuk terlalu dalam hingga ke paru-paru. Dia mengatakan larutan tersebut mengalir di rongga hidung untuk membantu mengeluarkan lendir dan partikel yang menempel.

“Nah, cuci hidung itu membantu membersihkan filter alami tersebut, dan tenang, larutan cuci hidung itu hanya mengalir di rongga hidung kita untuk membantu membawa keluar lendir dan partikel yang menempel. Cairannya tidak diarahkan ke paru-paru seperti yang sering dikhawatirkan,” kata dr Gia.

dr Gia menekankan penggunaan larutan dan teknik yang tepat menjadi kunci agar cuci hidung dapat dilakukan dengan aman dan efektif.

“Kuncinya adalah menggunakan teknik yang benar dan larutannya harus khusus untuk cuci hidung. Salah satunya cairan seperti hidung yang mengandung 100 sea water dengan 80 mineral alami,” papar dia.

Untuk melakukannya, posisi kepala perlu disesuaikan dengan petunjuk penggunaan produk. Larutan kemudian disemprotkan atau dialirkan ke salah satu lubang hidung dan dibiarkan keluar melalui lubang hidung lainnya atau bersama lendir.

“Teman-teman posisikan kepala sesuai petunjuk penggunaan, semprotkan atau alirkan larutan ke salah satu lubang hidung, lalu biarkan keluar melalui lubang hidung lainnya atau keluar bersama lendir. Setelah itu, ulangi pada sisi satunya,” kata dr Gia.

Cuci hidung juga tidak hanya dilakukan ketika seseorang sedang mengalami flu atau hidung tersumbat. Menurut dr Gia, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari perawatan diri, terutama bagi masyarakat yang sering terpapar debu, polusi, atau alergen.

“Prosesnya sederhana dan umumnya terasa nyaman jika dilakukan dengan benar. Cuci hidung juga dapat dilakukan meski sedang tidak batuk pilek. Kalau kita sering terpapar debu, polusi, atau alergen, menjaga kebersihan rongga hidung bisa menjadi bagian rutinitas sehari-hari,” katanya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk menggunakan larutan yang memang diperuntukkan bagi cuci hidung serta mengikuti petunjuk penggunaan dengan benar.

“Yang penting, gunakan larutan yang memang diperuntukkan bagi cuci hidung dan selalu ikuti petunjuk penggunaan dengan benar,” ujar dr Gia.

Topik Menarik