Tak Perlu Transit di Jakarta, Warga Lampung Kini Bisa Terbang Langsung ke Malaysia
LAMPUNG - Maskapai TransNusa resmi membuka rute penerbangan langsung yang menghubungkan Bandar Lampung dengan Kuala Lumpur, Malaysia. Layanan perdana rute tersebut mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026.
Penerbangan perdana dengan nomor 8B 661 berangkat dari Bandara Radin Inten II, Bandar Lampung, pada pukul 11.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada pukul 14.25 waktu setempat.
Rute baru ini menjadi alternatif bagi masyarakat Lampung yang ingin bepergian ke Malaysia tanpa harus transit terlebih dahulu melalui Jakarta. Selain untuk perjalanan wisata, konektivitas tersebut juga menyasar kebutuhan perjalanan umrah dan layanan kesehatan.
Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto mengatakan pembukaan rute Lampung-Kuala Lumpur dilakukan setelah perusahaan melihat adanya potensi permintaan yang cukup besar.
"Jadi, tidak hanya point to point Jakarta ke Lampung, tapi kita juga mengoneksikan orang Lampung yang selama ini mau pergi ke Malaysia atau umrah harus lewat Jakarta. Sekarang mereka bisa langsung akses dari Tanjung Karang atau Lampung ke Kuala Lumpur, Malaysia," ujar Bayu, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, jarak Lampung yang relatif dekat dengan Malaysia menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu, terdapat aktivitas ekonomi, wisata, serta perjalanan visit friends and relatives (VFR) atau kunjungan kepada keluarga dan kerabat.
Bayu menuturkan, pasar dari Lampung ke Malaysia saat ini banyak berasal dari masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan untuk umrah dan pengobatan. Malaysia selama ini menjadi salah satu tujuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan medis.
"Demand banyak dari Lampung, sebagian besar ke Malaysia untuk umrah dan medis. Dari Jakarta, dari mana pun, medis ke Malaysia itu masih tetap tinggi. Pelayanan medis di Malaysia bisa memenuhi kebutuhan pasien dari kita," katanya.
Di sisi lain, TransNusa juga ingin meningkatkan arus wisatawan Malaysia ke Lampung. Selama ini, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Lampung dinilai masih relatif kecil karena keterbatasan konektivitas penerbangan langsung.
Bayu mengatakan Lampung memiliki potensi wisata alam yang dapat ditawarkan kepada wisatawan Malaysia, mulai dari kawasan konservasi hingga destinasi pantai.
"Selama ini relatif lebih ke wisata nature atau wisata petualangan alam. Ada reservasi Way Kambas, macam-macam di sana, dan juga beberapa pantai. Ini memang relatif wisatawan asing masih kurang, kita coba paling dekat dulu negara tetangga," ujarnya.
Menurut Bayu, selama ini wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak memiliki pilihan destinasi di Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan sejumlah kota besar lainnya. Dengan dibukanya penerbangan langsung, Lampung diharapkan menjadi alternatif baru.
"Selama ini sudah melakukan kunjungan wisata ke kota-kota di Pulau Jawa, Jakarta, Bandung, Jogja, Bali, Lombok. Jadi, kita coba beri alternatif opsi wisata di Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa, Lombok atau Bali, tapi juga di Bandar Lampung yang jaraknya relatif dekat," tutur Bayu.
Untuk tahap awal, TransNusa mengoperasikan penerbangan Lampung-Kuala Lumpur sebanyak dua kali sehari. Frekuensi tersebut juga sejalan dengan penerbangan Jakarta-Lampung yang dilayani dua kali sehari.
Dengan hadirnya rute langsung ini, masyarakat Lampung kini memiliki akses yang lebih praktis menuju Kuala Lumpur, baik untuk kebutuhan wisata, bisnis, keluarga, umrah maupun pengobatan. Rute tersebut sekaligus membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Malaysia untuk menjadikan Lampung sebagai salah satu tujuan perjalanan di Indonesia.








