Wall Street Ditutup Mixed Tertekan Merosotnya Saham Teknologi dan Ketegangan AS-Kanada

Wall Street Ditutup Mixed Tertekan Merosotnya Saham Teknologi dan Ketegangan AS-Kanada

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:30
share

IDXChannel - Wall Street mengawali pekan ini dengan kinerja yang beragam. Itu karena sentimen pasar tertekan oleh penurunan di sektor teknologi serta eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Indeks acuan S&P 500 turun 0,3 persen dan ditutup pada level 7.652,53 poin pada Senin (24/8/2026). Sementara indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,8 persen dan berakhir di angka 25.980,19 poin. Di sisi lain, indeks blue-chip, Dow Jones Industrial Average, naik 0,3 persen dan menetap di level 53.416,99 poin.

Adapun penurunan saham teknologi terjadi karena saham industri memori dan semikonduktor—yang selama ini menjadi pendorong utama lonjakan tren investasi AI—termasuk di antara saham yang mengalami penurunan terbesar pada Senin, dipimpin oleh Seagate, Sandisk, Micron Technology, dan Western Digital. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) turun hampir 3 persen.

Penurunan ini terjadi setelah munculnya laporan selama akhir pekan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan yang dapat mengizinkan Apple untuk membeli cip DRAM dari perusahaan China, CXMT, dan memori flash NAND dari YMTC—sebuah langkah yang akan menjadi ancaman persaingan signifikan bagi pemasok memori yang berbasis di AS.

Sentimen pasar juga terbebani oleh pengumuman Samsung Electronics bahwa program pengembalian nilai bagi pemegang saham untuk tahun 2026 akan bernilai total antara 90 triliun hingga 110 triliun won Korea (USD65,06 miliar hingga USD79,52 miliar), angka yang berada di bawah ekspektasi investor. Saham Samsung yang tercatat di bursa Korea turun hampir 9 persen, sehingga turut menyeret turun indeks KOSPI secara keseluruhan.

Tren investasi AI secara umum mengalami fluktuasi tajam tahun ini. Reli yang sangat kuat selama bulan April, Mei, dan Juni membantu Wall Street bangkit dari dampak konflik Timur Tengah dan kembali ke rekor tertinggi. Namun, kekhawatiran mengenai ketidakpastian imbal hasil atas investasi miliaran dolar yang digelontorkan perusahaan-perusahaan raksasa untuk infrastruktur AI telah menghentikan tren kenaikan bulanan tersebut, di mana indeks SOX anjlok lebih dari 20 persen pada Juli.

Di luar sektor teknologi, pelaku pasar pada Senin mencermati eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada. Pembicaraan antara kedua negara Amerika Utara tersebut untuk mencapai kesepakatan gagal pada akhir pekan lalu, dan tarif baru sebesar 50 persen atas impor Kanada senilai USD20 miliar mulai berlaku pada Sabtu.

"Meskipun AS telah menawarkan perlakuan terbaik bagi Kanada—yang melampaui perlakuan terhadap eksportir besar lainnya di pasar kami—munculnya tuntutan baru serta penarikan kembali komitmen-komitmen lain oleh pihak Kanada telah merusak keseimbangan yang sebelumnya telah dicapai dengan susah payah. Selain itu, Kanada terus mempertahankan tindakan balasan yang telah berlangsung lama terhadap Amerika Serikat, termasuk, antara lain, pelarangan total atas barang dan jasa tertentu dari Amerika," demikian pernyataan Perwakilan Dagang Amerika Serikat pada Sabtu lalu.

Sementara itu, Ottawa menjanjikan penerapan tarif balasan yang mulai berlaku pada 8 September. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan: "Kami tidak dapat menerima tawaran AS, dan kami tidak akan memenuhi permintaan mereka. Kanada akan menerapkan tarif balasan yang nilainya setara dengan tarif baru AS demi melindungi para pekerja, petani, keluarga, dan pelaku usaha di Kanada."

Menurut Menurut data dari Biro Sensus AS, Kanada merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Washington pada bulan Juni, dengan kontribusi sebesar 12,9 persen terhadap total perdagangan.

Pada Senin, Presiden Donald Trump meningkatkan retorika kerasnya terhadap Kanada; ia menyatakan bahwa negara tersebut telah "memanfaatkan" AS secara tidak adil selama bertahun-tahun, yang mengakibatkan defisit sebesar USD60 miliar.

"Pada 1 Januari 2027, tarif untuk semua mobil, truk (baik besar maupun kecil), suku cadang otomotif, dan baja akan dinaikkan menjadi 50 persen. Jika diproduksi di AS, maka tarifnya NOL. Kanada tidak akan lagi diperlakukan layaknya sebuah negara bagian! Baik dalam hal perdagangan maupun aspek lainnya, mereka termasuk salah satu negara yang paling sulit diajak bekerja sama di dunia," ujar pemimpin AS tersebut melalui platform Truth Social miliknya.

Akibat ketegangan hubungan kedua negara, nilai tukar dolar Kanada melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan mata uang USD/CAD tercatat naik 0,6 persen pada perdagangan terakhir.

Selain penurunan saham teknologi dan ketegangan hubungan dagang AS-Kanada, pasar pendapatan tetap (fixed-income) masih menjadi sorotan setelah langkah intervensi tak terduga oleh Departemen Keuangan AS pekan lalu—yang bertujuan meredam aksi jual obligasi—mendominasi pemberitaan.

Pelaku pasar kini menantikan data inflasi penting pada Rabu dan pidato utama Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, di konferensi tahunan Jackson Hole pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga.

Peristiwa besar lainnya pekan ini adalah rilis laporan keuangan kuartalan Nvidia pada Rabu. Sebagai ikon utama dari lonjakan kecerdasan buatan atau AI, laporan perusahaan ini akan menjadi ujian penting bagi tren investasi AI yang sempat melesat tinggi namun belakangan mengalami periode penuh gejolak.

"Ini adalah pekan krusial bagi pasar dengan adanya laporan keuangan Nvidia dan pidato tahunan Jackson Hole. Keduanya biasanya tidak saling berkaitan, namun Nvidia perlu memberikan hasil yang mengesankan demi menjaga stabilitas salah satu pilar pasar saham, sementara Warsh perlu memberikan kejelasan mengenai suku bunga untuk menjaga stabilitas pilar lainnya," ujar Chief Investment Officer di Questar Capital Partners, Richard Reyle, kepada Investing.com.

"Tindakan luar biasa Departemen Keuangan di pasar obligasi pekan lalu menempatkan Warsh dalam posisi sulit, terutama bagi seorang Ketua yang tampaknya lebih memilih komunikasi yang minim daripada yang intens," tambahnya.

Secara historis, Reyle mengatakan, September adalah bulan dengan kinerja terburuk bagi pasar saham, dan kondisi tahun ini benar-benar mencerminkan hal tersebut: valuasi yang sudah tinggi, kenaikan suku bunga, musim pemilihan umum yang sangat sengit, serta konflik Iran yang terus berlanjut. (Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik