Sarwendah Sebut Anaknya Jadi Korban Bully di Media Sosial, Bukan di Sekolah

Sarwendah Sebut Anaknya Jadi Korban Bully di Media Sosial, Bukan di Sekolah

Terkini | okezone | Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10
share

JAKARTA - Sarwendah menegaskan bahwa perundungan yang dialami anak-anaknya terjadi di ruang digital, bukan di lingkungan sekolah. Ia meluruskan pernyataannya setelah pembahasan mengenai bullying dalam podcast bersama Denny Sumargo menimbulkan anggapan bahwa anak-anaknya menjadi korban perundungan di sekolah.

Pernyataan Sarwendah sebelumnya menimbulkan anggapan bahwa anak-anaknya mengalami bullying secara langsung di lingkungan sekolah. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan yang dimaksud.

Melalui Instagram Story, Sarwendah menjelaskan bahwa komentar-komentar negatif justru muncul di akun media sosial sekolah serta akun media sosial pribadi anaknya.

“Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar mengenai apa yang saya sampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo mengenai adanya pembullyan anak-anak di sekolah,” tulis Sarwendah.

Perundungan di Medsos

Ia kemudian meluruskan bahwa perundungan yang dimaksud terjadi di ruang digital, bukan di lingkungan sekolah secara langsung.

“Saya ingin meluruskan bahwa itu terjadi di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak saya, yang isinya berupa komentar-komentar tidak pantas dari beberapa oknum,” lanjutnya.

Sarwendah juga membantah anggapan bahwa anak-anaknya mengalami perundungan dari lingkungan sekolah. Menurutnya, pihak sekolah justru memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman bagi para siswa.

“Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan,” tegasnya.

Sarwendah mengaku bersyukur anak-anaknya berada di lingkungan sekolah yang memberikan perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan mereka.

Karena itu, Sarwendah meminta publik lebih berhati-hati dalam memberikan komentar di media sosial, terutama ketika komentar tersebut menyangkut anak-anak.

“Oleh karena itu, saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di media sosial,” pungkas Sarwendah.

Topik Menarik