Perindo Jatim: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Kunci Ketahanan Ekonomi Keluarga
SURABAYA - Tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat dinilai tidak hanya berdampak pada daya beli, tetapi juga mulai memengaruhi ketahanan keluarga dan memicu berbagai persoalan sosial. Kondisi tersebut mendorong penguatan ekonomi rumah tangga melalui pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan sumber pendapatan tambahan.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Ahmad Zazuli mengatakan, penguatan ekonomi keluarga menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang masih sulit. Karena itu, Partai Perindo memilih fokus membekali ibu rumah tangga dengan keterampilan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.
"Kami terus melakukan upaya-upaya penguatan ekonomi. Masyarakat saat ini menghadapi harga sembako yang mahal dan lapangan pekerjaan yang sulit,” ujar Ahmad Zazuli saat dihubungi, Senin (3/8/26).
“Karena itu kami membuka langkah strategis dengan membina dan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga agar memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan tambahan pendapatan. Kalau keluarga stabil secara ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat juga akan semakin kuat,"lanjutnya.
Cak Jazz -- panggilan akrabnya – mengatakan, pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam.
Program yang dijalankan harus disesuaikan dengan karakter dan potensi ekonomi di setiap daerah agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
"Di Surabaya yang harus kita kuatkan adalah keterampilan dan kreativitas ibu-ibu dalam mengelola kuliner. Setelah produknya jadi, mereka juga harus melek digital dan memahami pemasaran sehingga produk tersebut memiliki nilai ekonomi. Sementara di daerah pertanian, keterampilannya tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat," ujarnya.
Sebagai implementasi pendekatan tersebut, DPW Partai Perindo Jawa Timur berkolaborasi dengan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) DPD Kota Surabaya menggelar pelatihan jelly art di The Central Mall Gunawangsa Tidar, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut ditujukan untuk membekali ibu rumah tangga dan pelaku UMKM dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru.
Daftar Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Timnas Portugal vs Spanyol hingga Meksiko vs Inggris!
Ketua Pelaksana Kegiatan Yayuk Sri Wahyuningsih mengatakan, pelatihan jelly art dipilih karena memiliki nilai jual yang tinggi dengan modal yang relatif terjangkau sehingga dapat langsung diterapkan sebagai usaha rumahan.
"Pelatihan jelly art ini kami rancang untuk memberikan keahlian praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah. Selain mengasah kreativitas, keterampilan membuat seni puding ini dapat menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian keluarga," kata Yayuk di sela acara.
Cak Jazz menambahkan, model pemberdayaan tersebut akan terus dikembangkan di berbagai daerah di Jawa Timur dengan menyesuaikan potensi ekonomi lokal.
“Selain membekali masyarakat dengan keterampilan produksi, pendampingan juga perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan pemasaran agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan secara berkelanjutan,”pungkasnya.









