Ribuan Migran Serbu Ceuta, Spanyol Perketat Pengamanan hingga 10 Orang Tewas

Ribuan Migran Serbu Ceuta, Spanyol Perketat Pengamanan hingga 10 Orang Tewas

Terkini | okezone | Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:30
share

JAKARTA - Ribuan migran membanjiri Ceuta, wilayah kantong Spanyol di pesisir utara Afrika, melalui jalur darat maupun laut. Gelombang kedatangan yang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir membebani sumber daya setempat, dan menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas.

Stasiun televisi pemerintah Spanyol, RTVE, melaporkan lonjakan kedatangan migran mencapai puncaknya pada Kamis. Ratusan orang terlihat berenang menuju Ceuta sekitar tengah hari, sementara gelombang lainnya memasuki wilayah tersebut pada sore hari. Rekaman video juga memperlihatkan kelompok besar migran melintasi perbatasan darat antara Maroko dan Ceuta. Menurut RTVE, sedikitnya 10 orang tewas dalam insiden kedatangan massal tersebut.

Dilansir dari bnonews, Sabtu (1/8/2026). Pemerintah Ceuta menyatakan, ribuan orang telah memasuki wilayah itu melalui kawasan perbatasan Tarajal dalam beberapa hari terakhir. Jumlah kedatangan meningkat drastis dalam hitungan jam sehingga dinilai sebagai krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menguji kapasitas kota dalam menangani para migran.

Lonjakan tersebut disebut telah berlangsung selama sekitar dua pekan sebelum mencapai puncaknya pada Kamis.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menduga jaringan penyelundup manusia memanfaatkan putusan Mahkamah Agung Spanyol pada 8 Juli lalu untuk mendorong para migran menyeberang ke Ceuta. Putusan tersebut menyatakan migran yang dicegat di laut tidak dapat langsung dipulangkan melintasi perbatasan, melainkan harus menjalani proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez mengatakan, pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya serta memperkuat koordinasi dengan otoritas Maroko dan mitra internasional guna memulihkan situasi. Meski demikian, pemerintah pusat menegaskan tidak akan menetapkan status darurat nasional karena krisis migrasi tidak memenuhi kriteria keadaan darurat perlindungan sipil berdasarkan hukum Spanyol.

Sementara itu, Pemerintah Ceuta bersama seluruh partai politik di majelis setempat mengkritik respons pemerintah nasional yang dinilai belum memadai. Mereka mendesak Madrid segera mengambil langkah yang lebih tegas untuk menjaga keamanan dan integritas wilayah tersebut.

Otoritas Spanyol dan Maroko juga telah menyepakati peningkatan koordinasi guna mempercepat pemulangan para migran yang memasuki Ceuta secara ilegal.

Krisis serupa turut berdampak ke Melilla, wilayah kantong Spanyol lainnya di Afrika Utara. Pos perbatasan Beni Enzar dengan Maroko terpaksa ditutup setelah sekelompok besar migran mencoba menerobos melalui pos pemeriksaan utama dan kawasan Dique Sur, sebagaimana dilaporkan harian Spanyol, ABC.

 

Di sisi lain, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut situasi di Ceuta sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan. Ia memperingatkan Italia siap mengambil langkah luar biasa, termasuk mempertimbangkan penangguhan perjalanan bebas perbatasan dengan Spanyol berdasarkan Perjanjian Schengen.

"Italia tidak akan tinggal diam dan hanya menonton. Kami sedang mengumpulkan badan-badan terkait, dan setelah pertemuan-pertemuan ini, kami siap untuk melakukan intervensi dengan langkah-langkah luar biasa untuk mempertahankan perbatasan dan keselamatan warga negara," kata Meloni.
 

Topik Menarik