Napoli Mencekam usai Gempa Terkuat dalam 40 Tahun Terakhir, Picu Longsor hingga Bangunan Rusak
NAPOLI, iNews.id - Kawasan supervulkanik Campi Flegrei di dekat Napoli, Italia, diguncang gempa dangkal berkekuatan magnitudo 4,7 pada Sabtu (1/8/2026) dini hari waktu Indonesia. Gempa ini berpusat sekitar 1 kilometer utara Quarto pada koordinat episenter 40,891° Lintang Utara dan 14,144° Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter sangat dangkal yakni 5 km.
“Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu guncangan terkuat yang melanda wilayah tersebut dalam 40 tahun terakhir,” ujar anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Daryono mengatakan, kedalaman yang sangat dekat dengan permukaan tanah menyebabkan gelombang seismik berfrekuensi tinggi menjangkau area permukiman tanpa kehilangan banyak energi.
“Fondasi bangunan diguncang secara vertikal dan keras sebelum gelombang sempat menyebar secara horizontal, sehingga dampaknya terasa begitu destruktif di kawasan pemukiman padat dan bersejarah,” katanya.
Sementara itu, sumber utama gempa bumi di kawasan Campi Flegrei (termasuk area Quarto dan Pozzuoli) bukanlah akibat patahan tektonik biasa, melainkan disebabkan fenomena bradisisme (bradyseism) yang berkaitan erat dengan sistem gunung api Campi Flegrei.
“Gempa ini bersumber dari aktivitas magmatik-hidrothermal di dalam kaldera supervulkan Campi Flegrei, di mana penumpukan gas dan fluida panas meretakkan batuan kerak dangkal melalui proses bradisisme,” kata Daryono.
Guncangan keras yang terjadi tiba-tiba memicu kepanikan luar biasa di kota Napoli hingga ke pulau-pulau sekitarnya seperti Procida dan Ischia. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke tempat terbuka.
Tercatat, kerusakan struktural terlihat di sejumlah wilayah, termasuk Fuorigrotta dan Pozzuoli. Retakan signifikan ditemukan pada berbagai rumah warga, gereja, serta bangunan kuno berbahan batu bata dan beton.
Reruntuhan batu serta material bangunan berjatuhan menimpa kendaraan yang terparkir di bawahnya. Selain itu, longsoran tanah dan batuan di beberapa titik memicu penutupan akses jalan tol serta jalur utama transportasi darat.
Daryono mengatakan, rentetan kejadian ini kembali menunjukkan tingginya aktivitas tektonik dan vulkanik di kawasan Campi Flegrei. Kombinasi antara fenomena pengangkatan tanah yang terus berlangsung dan frekuensi gempa yang meningkat membuat otoritas serta ilmuwan terus memantau wilayah ini secara ketat.










