Jangan Sampai Boncos! Cara Menyusun Budget Sekolah Anak di Tahun Ajaran Baru

Jangan Sampai Boncos! Cara Menyusun Budget Sekolah Anak di Tahun Ajaran Baru

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 15 Juli 2026 - 07:10
share

JAKARTA – Awal tahun ajaran baru identik dengan meningkatnya pengeluaran keluarga. Mulai dari pembayaran uang sekolah, pembelian seragam, buku pelajaran, hingga perlengkapan belajar, seluruh kebutuhan tersebut dapat menguras anggaran jika tidak dipersiapkan sejak awal.

Agar kondisi keuangan tetap sehat, orang tua perlu menyusun perencanaan anggaran secara matang. Dengan strategi yang tepat, seluruh kebutuhan sekolah dapat dipenuhi tanpa harus mengganggu tabungan maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola biaya pendidikan anak.

1. Hitung Seluruh Kebutuhan Sekolah

Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh pengeluaran yang akan muncul selama awal tahun ajaran. Masukkan biaya seperti uang pangkal, daftar ulang, SPP, buku pelajaran, seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan alat tulis.

Dengan mengetahui total kebutuhan sejak awal, orang tua dapat menentukan besaran dana yang harus disiapkan dan menghindari pengeluaran di luar rencana.

2. Dahulukan Pengeluaran yang Wajib

Pisahkan kebutuhan menjadi dua kelompok, yaitu kebutuhan utama dan kebutuhan tambahan.

Kebutuhan utama meliputi biaya sekolah, buku pelajaran, serta seragam wajib. Sementara itu, kebutuhan seperti tas model terbaru, aksesori, atau perlengkapan tambahan dapat dibeli belakangan apabila anggaran masih mencukupi.

3. Siapkan Dana Cadangan

Selain anggaran utama, sebaiknya sisihkan dana darurat untuk menghadapi pengeluaran tak terduga, misalnya biaya kegiatan sekolah, iuran kelas, atau perlengkapan yang mendadak harus diganti.

Dana cadangan dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil tanpa perlu mengambil tabungan atau berutang.

4. Susun Rencana Pengeluaran Bulanan

Biaya sekolah tidak hanya muncul di awal tahun ajaran. Oleh karena itu, buatlah jadwal pembayaran bulanan untuk SPP, uang transportasi, uang saku, maupun kegiatan sekolah lainnya.

Perencanaan ini membantu orang tua mengatur arus kas sehingga tidak kewalahan ketika beberapa tagihan datang bersamaan.

5. Manfaatkan Promo dan Diskon

Musim tahun ajaran baru biasanya diikuti berbagai program promosi perlengkapan sekolah. Orang tua dapat memanfaatkan potongan harga, cashback, atau gratis ongkos kirim saat membeli seragam, alat tulis, maupun perlengkapan belajar melalui toko maupun marketplace.

Meski demikian, tetap utamakan kualitas barang agar tidak perlu sering membeli pengganti.

6. Bekali Anak Makanan dari Rumah

Uang jajan menjadi salah satu pengeluaran rutin yang cukup besar. Membawakan bekal makanan dan minuman dari rumah tidak hanya membantu menghemat pengeluaran, tetapi juga memastikan anak mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan bergizi.

7. Catat dan Evaluasi Pengeluaran

Biasakan mencatat seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah. Catatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui pos mana yang paling banyak menghabiskan anggaran.

Evaluasi juga memudahkan orang tua menyusun rencana keuangan yang lebih akurat untuk tahun ajaran berikutnya karena memiliki gambaran nyata mengenai kebutuhan dan kenaikan biaya pendidikan.

Dengan perencanaan yang matang, kebutuhan sekolah anak dapat dipenuhi tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Kuncinya adalah menyusun anggaran sejak dini, memprioritaskan kebutuhan utama, serta disiplin dalam mengevaluasi setiap pengeluaran.

Topik Menarik