Tren Menyiapkan Lahan Pemakaman Sendiri Mulai Dilirik: Tak Ingin Menyusahkan Keluarga

Tren Menyiapkan Lahan Pemakaman Sendiri Mulai Dilirik: Tak Ingin Menyusahkan Keluarga

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 14 Juni 2026 - 20:51
share

“Saya pengen di akhir hidup saya sudah menyiapkan tempat yang layak. Jadi anak-anak sudah tahu tempatnya dan saya juga tidak terlalu menyusahkan mereka nantinya.”

Bagi Tri Endah Handayani, menyiapkan lahan pemakaman bukan lagi hal yang harus dipikirkan saat kedukaan datang. Keputusan itu justru ia ambil jauh hari sebagai bagian dari perencanaan keluarga agar anak-anaknya tidak terbebani di kemudian hari.

Pandangan serupa disampaikan Arbianti. Ia mengaku sudah lama memiliki keinginan untuk mempersiapkan tempat pemakaman bagi dirinya dan keluarga.

“Memang dari dulu saya sudah punya niat untuk memiliki pemakaman sendiri supaya tidak membebani anak-anak di kemudian hari,” ujarnya.

Cerita keduanya menggambarkan tren yang mulai muncul di sebagian masyarakat perkotaan dan wilayah penyangga Jakarta: mempersiapkan lahan pemakaman sejak dini. Di tengah bertambahnya kebutuhan ruang pemakaman dan keterbatasan lahan di sejumlah wilayah Tangerang, termasuk kawasan yang berkembang seperti Tigaraksa dan sekitarnya, sebagian keluarga mulai mempertimbangkan langkah tersebut sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

Bagi Tri Endah, keputusan itu juga dipengaruhi pengalaman pribadi saat melihat kondisi beberapa lokasi pemakaman yang menurutnya kurang ideal.

“Saya melihat beberapa teman yang meninggal dimakamkan di tempat yang kondisinya kurang enak dilihat, ada yang dekat tempat sampah, ada juga yang harus ditumpuk. Dari situ saya mulai mencari pemakaman yang lebih layak,” katanya.

Ia menilai mempersiapkan tempat sejak awal dapat memberikan kepastian bagi keluarga ketika menghadapi masa sulit.

Sementara Arbianti mengatakan faktor jarak dan kemudahan akses menjadi pertimbangan penting. Ia sempat mempertimbangkan lokasi pemakaman di Karawang, tetapi merasa terlalu jauh dari wilayah tempat tinggal dan keluarga.

“Saya berharap ada yang lebih dekat ke Tangerang. Waktu melihat pilihan yang lokasinya sesuai yang saya cari, saya langsung datang,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi yang mudah dijangkau akan memudahkan keluarga untuk berziarah di kemudian hari.

Fenomena tersebut juga terlihat dari mulai beroperasinya sejumlah kawasan pemakaman privat yang menawarkan pembelian lahan lebih awal. Salah satunya adalah Insira Memorial Park yang menyatakan telah memasuki tahap operasional setelah penyelesaian klaster pertama dan mulai melayani pemakaman at need atau pemakaman saat kebutuhan muncul.

Direktur Utama Insira Memorial Park, Nugrohadi Yuwono, mengatakan operasional awal ditandai dengan serah terima sertipikat kepada pelanggan yang dihadiri lebih dari 100 orang, termasuk manajemen, Dewan Penasihat Syariah, dan pelanggan.

Saat ini pengembangan awal kawasan tersebut mencakup lebih dari 30 hektare dan disebut memiliki potensi ekspansi hingga 100 hektare untuk menjawab kebutuhan lahan pemakaman Muslim di wilayah Jabodetabek.

Pengelola juga menyebut kawasan memiliki akses melalui jalan tol dan jalan provinsi, dengan rencana pembangunan ruas Tol Serpong–Balaraja yang akan memiliki akses sekitar 300 meter dari lokasi.

Namun bagi Tri Endah dan Arbianti, alasan utama tetap sederhana: memberikan kepastian dan mengurangi beban keluarga ketika waktunya tiba.

Topik Menarik