3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman

3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman

Terkini | okezone | Jum'at, 12 Juni 2026 - 03:05
share

NEW DELHI - Tiga pelaut India dipastikan tewas setelah serangan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz. Kabar ini muncul di saat India melaporkan insiden terpisah yang melibatkan sebuah kapal di lepas pelabuhan Shinas di Oman, serangan ketiga yang dikaitkan dengan Amerika Serikat minggu ini.

Insiden maritim terbaru terhadap MT Jalveer yang berbendera Guinea-Bissau terjadi sehari setelah militer AS menembaki MT Settebello yang berbendera Palau, juga di lepas pantai Oman.

Kapal MT Settebello membawa 24 pelaut India; tiga orang yang dilaporkan hilang pada Rabu (10/6/2026) dipastikan tewas pada Kamis (11/6/2026).

Serangan AS terhadap kapal-kapal yang membawa pelaut India terjadi pada saat Perdana Menteri India Narendra Modi kemungkinan akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Donald Trump di sela-sela KTT Kelompok Tujuh (G7) minggu depan.

“Sangat disayangkan mengetahui insiden tragis di atas kapal MT Settebello yang berbendera Palau,” kata Menteri Perhubungan India, Sarbananda Sonowal, dalam sebuah pernyataan pada Kamis, merujuk pada serangan pada Rabu.

“Sayangnya, tiga pelaut India yang awalnya dilaporkan hilang kini dipastikan tewas setelah jenazah ditemukan dan diidentifikasi,” katanya, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

“Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan pemulangan segera anggota kru yang diselamatkan dan pengembalian jenazah yang meninggal dengan cepat untuk upacara pemakaman mereka,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri India memanggil seorang diplomat senior AS di New Delhi setelah serangan Settebello pada Rabu untuk menyampaikan "protes keras".

 

Militer AS sebelumnya mengatakan bahwa mereka menyerang Marivex dan Settebello, keduanya adalah kapal tanker dengan awak berkebangsaan India.

Pada Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan kepada wartawan bahwa kapal Jalveer yang berbendera Guinea-Bissau diserang oleh Angkatan Laut AS. Tak lama kemudian, militer AS mengonfirmasi telah melumpuhkan kapal tanker minyak ketiga di Teluk Oman semalam.

“Komando Pusat AS (CENTCOM) bertindak terhadap kapal tanker M/T Jalveer berbendera Guinea-Bissau saat kapal tersebut mencoba mengangkut minyak dari Iran melalui Teluk Oman. Sebuah pesawat AS menembakkan dua rudal Hellfire ke ruang mesin kapal setelah awak kapal berulang kali gagal mematuhi arahan dari pasukan AS,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Awak kapal mengirimkan panggilan darurat di lepas pantai pelabuhan Shinas, Oman, setelah kebakaran terjadi di sekitar ruang mesin dan cerobong asapnya, kata Vanguard, sebuah perusahaan manajemen risiko maritim Inggris.

Semua 20 warga India di kapal tersebut selamat dan awak kapal sedang dievakuasi, kata seorang pejabat kementerian perkapalan India.

Gambar yang diunggah di media sosial oleh FSUI menunjukkan anggota awak kapal dievakuasi dari kapal menggunakan helikopter sementara asap hitam tebal mengepul dari anjungan dan kabin akomodasi.

Kedutaan Besar India di Oman mengatakan bahwa mereka mengetahui insiden yang terjadi pada Kamis dan sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat.

 

CENTCOM menyatakan telah menonaktifkan kapal tanker berbendera Palau, Settebello dan Marivex, karena melanggar blokade AS yang sedang berlangsung terhadap Iran. Menurut militer AS, Settebello berusaha mengangkut minyak dari Iran, sementara Marivex mencoba berlayar ke pelabuhan Iran.

Pada 8 Juni, otoritas Oman mengevaluasi 24 pelaut India dari Marivex setelah serangan AS terhadap kapal tanker tersebut.

Topik Menarik