Ciri-Ciri Orang Terkena Lupus, Penyakit Autoimun yang Sulit Dideteksi

Ciri-Ciri Orang Terkena Lupus, Penyakit Autoimun yang Sulit Dideteksi

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10
share

JAKARTA - Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh dan sering kali sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan banyak penyakit lain. Kondisi ini membuat lupus dijuluki sebagai "penyakit seribu wajah", karena tanda dan keluhannya bisa berbeda-beda pada setiap penderita.

Secara medis, lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari infeksi justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Akibatnya, muncul peradangan yang dapat memengaruhi kulit, sendi, ginjal, jantung, paru-paru, hingga otak.

Gejala lupus juga tidak selalu sama. Pada sebagian orang, keluhan dapat muncul secara ringan, sementara pada yang lain bisa berkembang menjadi gangguan serius yang memengaruhi fungsi organ vital.

Seberapa Banyak Penderita Lupus?

Berdasarkan data yang dikutip dari Institut Pertanian Bogor (IPB), prevalensi lupus secara global diperkirakan mencapai sekitar 43,7 kasus per 100.000 penduduk atau setara dengan lebih dari 3,4 juta penderita di seluruh dunia.

Sementara di Indonesia, prevalensi lupus diperkirakan mencapai sekitar 0,5 persen populasi dengan jumlah penyandang lebih dari 1,3 juta orang. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada perempuan usia produktif, terutama rentang usia 15 hingga 45 tahun.

Mengapa Lupus Bisa Terjadi?

Hingga kini, penyebab pasti lupus belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa penyakit ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

1. Faktor Genetik

Risiko lupus cenderung lebih tinggi pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit autoimun. Faktor keturunan berperan dalam memengaruhi cara kerja sistem imun.

2. Faktor Hormonal

Lupus lebih sering menyerang perempuan dibandingkan laki-laki. Salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan hormon estrogen yang dapat memengaruhi aktivitas sistem kekebalan tubuh.

3. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat diketahui dapat memicu respons autoimun pada sebagian orang yang memiliki kerentanan tertentu.

4. Infeksi

Infeksi virus atau bakteri tertentu dapat memicu respons imun berlebihan yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit autoimun, termasuk lupus.

5. Paparan Sinar Ultraviolet

Paparan sinar matahari berlebihan dapat memicu atau memperburuk gejala lupus, terutama pada penderita yang memiliki sensitivitas terhadap sinar ultraviolet.

Tanda dan Gejala Lupus yang Perlu Diwaspadai

Karena dapat menyerang berbagai organ, gejala lupus sangat beragam. Beberapa tanda yang paling sering ditemukan antara lain:

1. Ruam Berbentuk Kupu-Kupu di Wajah

Ruam kemerahan yang muncul di area pipi dan batang hidung merupakan salah satu gejala khas lupus. Kondisi ini dikenal sebagai butterfly rash atau malar rash.

2. Mudah Lelah Berlebihan

Penderita lupus sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak membaik meski sudah cukup beristirahat.

3. Nyeri dan Kaku pada Sendi

Peradangan akibat lupus dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, serta kekakuan pada sendi dan otot.

4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Turunnya berat badan secara tiba-tiba tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik juga dapat menjadi salah satu tanda lupus.

5. Gangguan Organ Tubuh

Lupus dapat menyerang berbagai organ, termasuk ginjal, jantung, paru-paru, dan otak. Gejala yang muncul bergantung pada organ yang terdampak.

Topik Menarik