Hasil Penyelidikan Polri, Ini 3 Dugaan Penyebab Blackout Sumatera
JAKARTA - Bareskrim Polri melakukan penyelidikan terkait terjadinya blackout di wilayah Sumatera. Polisi mengungkap tiga dugaan penyebab putusnya kabel transmisi yang mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin, menyebut dari hasil investigasi gabungan yang dilakukan Bareskrim bersama Puslabfor dan PLN, insiden itu diduga disebabkan oleh faktor cuaca buruk. Namun, polisi masih akan terus melakukan pendalaman secara ilmiah.
“Penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin,” kata Nunung dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026).
Selain itu, putusnya kabel transmisi juga bisa disebabkan oleh faktor panas akibat sambungan kabel yang longgar sehingga menimbulkan rongga, ataupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.
Seskab Teddy Cek Progres Hunian Warga Pinggir Rel di Senen, Ada Air Bersih hingga Taman Bermain
Ia menjelaskan, berbagai dugaan gangguan tersebut kemudian menyebabkan ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang memicu trip pembangkit secara berantai. Akibatnya, terjadi blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan, kondisi fisik tower transmisi dipastikan masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.
“Dugaan itu diperkuat oleh keterangan saksi yang kami temukan dari masyarakat sekitar lokasi kejadian, yang menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, lalu terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi,” ujarnya.
Kendati demikian, Nunung memastikan tidak ada unsur sabotase yang menyebabkan terputusnya kabel transmisi tersebut. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh dan tidak menyebarkan berita hoaks yang beredar.
“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout,” ucap Nunung.
Nunung menambahkan barang bukti kabel yang ditemukan menunjukkan kerusakan atau putusnya kabel tidak dalam kondisi rapi. “Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” pungkasnya.









