Purbaya Sebut PT DSI Bikin Perusahaan Tambang Berpotensi Cuan Dua Kali
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pembentukan BUMN ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), berpotensi meningkatkan keuntungan perusahaan tambang dan komoditas, termasuk emiten yang tercatat di pasar modal.
Menurut Purbaya, PT DSI akan membeli komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy dari perusahaan domestik dengan harga yang mengacu pada standar pasar.
Skema tersebut dinilai dapat memperbaiki harga jual komoditas yang selama ini dianggap masih berada di bawah harga pasar, demi mengejar volume penjualan dan memperluas basis pembeli.
Dengan harga jual yang lebih tinggi, pendapatan perusahaan dinilai dapat meningkat. Kondisi itu, lanjutnya, juga berpotensi mendorong kenaikan valuasi perusahaan terbuka karena kinerja keuangan yang membaik akan tercermin pada harga saham emiten terkait.
“Jadi perusahaan juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listing di bursa. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan yang listed di bursa,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5/2026).
Purbaya juga menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi setelah pengumuman pembentukan PT DSI. Menurut dia, tekanan di pasar saham lebih disebabkan oleh ketidakpastian investor yang masih menghitung dampak kebijakan baru tersebut terhadap perusahaan-perusahaan sektor sumber daya alam.
Ia menilai pelaku pasar cenderung melepas saham terlebih dahulu ketika belum memperoleh gambaran yang jelas mengenai dampak kebijakan terhadap prospek kinerja emiten.
“Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kalau ada ketidakpastian biasanya takut, jual dulu. Tapi kalau nanti mereka mengerti dampaknya seperti apa, harganya bisa naik,” katanya.
Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG bergerak di zona merah. Indeks dibuka di level 6.365, sempat menyentuh level tertinggi 6.378 dan terendah 6.080 hingga pukul 14.30 WIB.
Sebelumnya, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan PT DSI akan bertugas membeli komoditas seperti batu bara, CPO, dan ferro alloy untuk kemudian dijual ke pasar ekspor dengan mengacu pada harga pasar.
“Danantara Indonesia ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau disingkat DSI, yang akan beroperasi efektif per 1 Juni 2026,” ujar Pandu dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Rabu (20/5).










