Sempat Dibuka Hijau, IHSG Kembali Longsor 1,69 ke 6.212

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Kembali Longsor 1,69 ke 6.212

Ekonomi | sindonews | Kamis, 21 Mei 2026 - 10:08
share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah, longsor sebesar 1,69 ke level 6.212 pada perdagangan Kamis pagi. Padahal, pada sesi pembukaan pukul 09.00 WIB, indeks saham acuan domestik tersebut sempat dibuka menguat 0,76 atau bertengger di posisi 6.366.

Koreksi tajam ini terjadi hanya dalam kurun waktu 30 menit setelah perdagangan dimulai akibat tekanan jual yang masif di pasar modal. Berdasarkan data realtime RT, IHSG turun 1,40 menjadi 6.299 pada pukul 09.31 WIB, sementara indeks saham komposit LQ45 turut merosot 0,5 menjadi 637.

Baca Juga:IHSG Masih Ambruk, Hari Ini Ditutup Kehilangan 0,82 ke 6.318

Tekanan terhadap indeks terus berlanjut hingga membawa IHSG menyentuh level terendahnya di posisi 6.218,44 setelah sempat mencapai level tertinggi di 6.378,81 pada awal sesi. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga 419 saham yang menjadi beban indeks, berbanding terbalik dengan 181 saham yang menguat dan 126 saham lainnya yang stagnan.

Hingga pertengahan sesi pertama, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 452.087 kali transaksi dengan volume mencapai 7,4 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi harian perbankan dan korporasi tercatat sebesar Rp4,3 triliun, di tengah posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang bergerak di kisaran Rp17.650.

Secara sektoral, seluruh sektor saham bergerak ke zona negatif dan menekan laju indeks secara keseluruhan. Sektor bahan baku (basic) memimpin kejatuhan dengan merosot hingga 4,64, disusul oleh sektor infrastruktur yang susut 3,33, sektor energi yang turun 2,65, serta sektor transportasi yang melemah 2,5.

Baca Juga:IHSG Hari Ini Dibuka Loyo ke 6.352, 370 Saham Melemah

Pelemahan ini turut menyeret sejumlah saham seperti PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) yang merosot 9,58 ke posisi Rp302 per saham, serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang terpangkas 2,97 menjadi Rp1.145 per saham. Di tengah koreksi massal tersebut, saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) justru bergerak melawan arus dengan menguat 0,98 ke level Rp515 per saham.

Topik Menarik