Respons Purbaya soal Pejabat Dicopot Imbas Anggaran Motor Makan Bergizi Gratis

Respons Purbaya soal Pejabat Dicopot Imbas Anggaran Motor Makan Bergizi Gratis

Ekonomi | okezone | Senin, 11 Mei 2026 - 14:25
share

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan kembali melantik pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun pejabat sebelumnya dicopot imbas adanya temuan "kebobolan" anggaran pengadaan motor untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian pencopotan pejabat tersebut, Purbaya tidak membantah secara gamblang dan menyebutkan bahwa akan ada proses pelantikan pada esok hari.

"Kan besok dilantik," jawab Purbaya singkat ke awak media saat ditemui dikantornya, Senin (11/5/2026).

Purbaya juga memberikan klarifikasi mengenai jenis kendaraan yang menjadi persoalan. Ia meluruskan bahwa unit yang dimaksud bukanlah motor listrik biasa, melainkan kendaraan operasional untuk mendukung program prioritas pemerintah.

"Motor bukan motor listrik, motor MBG," lanjutnya.

Saat ditanya pejabat mana yang meloloskan anggaran motor MBG tersebut, Purbaya meminta awak media untuk menebak sendiri. 

“(Pak Luky?) mungkin, Anda tebak saja sendiri,” ungkap Purbaya. 

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai konfirmasi dari pihak Badan Gizi Nasional terkait masalah ini, Purbaya memilih untuk tidak berkomentar banyak.

"BGN bilang gitu? Oh gak tau saya," pungkasnya.

 

Persoalan ini berakar dari dicopotnya salah satu pejabat tinggi, yakni Dirjen Anggaran Luky Alfirman.

Luky disinyalir memiliki peran dalam lolosnya anggaran pengadaan motor sebanyak 25.000 unit oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya sebelumnya mengaku Kemenkeu "kebobolan" karena pengadaan motor tersebut awalnya sudah ditolak secara resmi. Namun, anggaran tersebut tetap lolos melalui celah teknis pada perangkat lunak (software) milik Direktorat Jenderal Anggaran.

Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, Purbaya menjelaskan bahwa sistem tersebut kini sedang dalam tahap perbaikan total.

"Itu software dari Ditjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," tegas Purbaya kala itu.

Pencopotan dan pelantikan pejabat baru esok hari dipandang sebagai langkah tegas Kemenkeu untuk memulihkan integritas sistem penganggaran dan memastikan tidak ada lagi alokasi dana yang melompati prosedur pengawasan Menteri Keuangan.

Topik Menarik