Ekonomi RI Tinggi dan Rendah Ribut, Purbaya Sindir Ekonom Maunya Apa?

Ekonomi RI Tinggi dan Rendah Ribut, Purbaya Sindir Ekonom Maunya Apa?

Ekonomi | okezone | Senin, 11 Mei 2026 - 12:12
share

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik yang meragukan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tumbuh 5,61 persen. Kritik yang muncul di publik menuding capaian tersebut hanya dipicu oleh efek basis rendah (low base effect) karena pertumbuhan pada kuartal I-2025 hanya sebesar 4,87 persen. 

Namun, Purbaya mematahkan argumen tersebut dengan merujuk pada tren penguatan yang sudah terlihat sejak kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,39 persen. Ia mengaku heran terhadap skeptisisme para ekonom domestik, padahal dunia internasional memberikan apresiasi positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.

"Jadi kalau angka jelek ribut, angka tinggi ribut. Jadi teman-teman ekonom tuh maunya apa?" kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Purbaya menambahkan bahwa performa ekonomi saat ini merupakan kelanjutan dari momentum positif akhir tahun lalu, bukan sekadar anomali statistik.

“Luar negeri menghargai kita, dalam negeri enggak ini, tapi dengan data yang aneh. Dengan sudut pandang yang aneh menurut saya,” tegas Purbaya.

 

Terkait arah kebijakan ke depan, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah baru akan mempertimbangkan penyesuaian pajak lainnya jika pertumbuhan ekonomi sudah konsisten berada di level 6 persen selama beberapa kuartal berturut-turut.

Fokus pemerintah saat ini adalah menciptakan keadilan bagi para pedagang konvensional agar mampu bersaing dengan ekosistem digital.

“Pertumbuhannya ya? Oh, kalau yang pertumbuhan ekonomi 5,61 persen kan belum 6 persen dan belum stabil 6 persen. Let's say kalau 2-3 bulan berturut-turut di atas 6 persen, kita akan pertimbangan pajak-pajak yang lain,” ujar Purbaya.
 

Topik Menarik