Bahlil Tawarkan Indonesia sebagai Lokasi Penyimpanan Minyak Negara Asean

Bahlil Tawarkan Indonesia sebagai Lokasi Penyimpanan Minyak Negara Asean

Ekonomi | okezone | Senin, 11 Mei 2026 - 14:34
share

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan Indonesia sebagai lokasi pembangunan penyimpanan minyak negara-negara di Asean dalam forum KTT Asean ke- 48 di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei 2026.

Bahlil mengatakan, dalam forum tersebut disepakati bahwa negara-negara Asean akan bekerja sama untuk menjaga ketahanan energi di tengah kondisi geopolitik yang memanas hingga menyebabkan gangguan terhadap rantai pasok energi ke negara-negara kawasan

"Di Asia Tenggara, kita kemarin merumuskan bahwa kita bikin ada hub untuk storage cadangan minyak untuk Asean. Kita akan membangun storage di mana saja, tapi kemarin saya tawarkan untuk di Indonesia," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).

Bahlil menyatakan, lokasi yang ditawarkan sebagai hub penyimpanan minyak negara-negara Asean salah satunya di Sumatera. Jika wacana tersebut disetujui oleh negara-negara kawasan, maka Indonesia nantinya yang akan menyuplai minyak ke negara-negara di Asia Tenggara tersebut.

"Kita akan membangun storage di mana saja, tapi kemarin saya tawarkan untuk di Indonesia. Kita membangun cadangan yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara," kata Bahlil.

Bahlil menyebut saat ini Pemerintah juga tengah menyusun kajian kelayakan untuk rencana pembangunan gudang penyimpanan minyak raksasa di Sumatera. Rencananya, Pemerintah akan membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di lokasi pembangunan gudang penyimpanan minyak tersebut.

"Kita rencana akan bangun kawasan itu di Sumatra  Kita akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus yang pada akhirnya kemudian itu menjadi cadangan penyangga nasional kita," tambahnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyinggung soal kondisi geopolitik yang saat ini terjadi dan menimbulkan dampak bagi setiap negara. Menurutnya, kerja sama antara negara di kawasan menjadi faktor kunci agar mampu bertahan di tengah ketidakpastian.

"Bapak Presiden Prabowo, mengajak Asean untuk kita melakukan satu kerja sama kawasan yang saling menguntungkan, khususnya di sektor energi. Karena, di dalam kondisi geopolitik yang seperti ini, hampir semua negara, hampir semua kawasan itu berpikir bagaimana memproteksi kepentingan internal negara dan internal kawasan," pungkas Bahlil.


 

Topik Menarik