Kronologi Meninggalnya dr Myta Aprilia Diungkap Kemenkes, Sempat Linglung di Depan Kos Gunakan Seragam
KRONOLOGI meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi diungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Diketahui, dr. Myta Aprilia Azmi merupakan seorang dokter internship di RSUD K.H Daud Arif Kuala Tungkal Jambi.
Ada fakta mengejutkan yang terungkap bahwa almarhumah pernah ditemukan linglung di kos setelah sebelumnya mengirimkan voice note dengan nada sesak napas kepada sesama rekan internship. Pesan suara itu dikirim untuk bertukar jadwal jaga.
1. Kronologi Meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi
Kronologi meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi diungkapkan langsung oleh Plt Dirjen Inspektorat Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis 7 Mei 2026.
Rudi mengatakan, sore hari setelah dr. Myta meminta bertukar jaga dengan rekannya. Almarhum disebutkan orangtuanya tidak bisa dihubungi, sehingga orangtua menghubungi MZ yang merupakan kakak angkatnya untuk mencari dr. Myta.
“Ibu kandung dari dokter MAA ini menghubungi MZ, MZ itu kakak angkatnya yang ada di Rumah Sakit Kuala Tungkal dan langsung menghubungi Dokter F untuk mencari dokter MAA, karena informasinya ibunya menghubungi dokter MAA itu enggak bisa,” kata Rudi.
Usai dicari, dr. Myta ditemukan sedang berdiri dalam kondisi linglung di bawah tangga kosannya. Tidak hanya itu, kondisi linglung terlihat dari pakaian yang dikenakan, di mana almarhumah disebut tidak menggunakan jilbab, menggunakan celana pendek, namun mengenakan seragam jaga.
“Setelah ditanya oleh dokter F tadi, dokter MAA menjawab dia ingin berangkat jaga,” ucap dia.
2. Kondisi Confuse
Menurut Rudi, dr. Myta saat itu sudah dalam kondisi confuse dan kemungkinan terjadi hipoksia. Hal ini menyebabkan almarhumah tidak menyadari bahwa atribut atau seragam jaga yang dikenakan tidak lengkap.
“Jadi kondisi sudah agak confuse linglung mungkin ada hipoksia di situ. Jadi sehingga yang bersangkutan apa tidak menyadari bahwa atribut atau seragam ketika mau berangkat jaga itu tidak lengkap,” ungkap Rudi.
Usai ditemukan dalam kondisi linglung, dr. Myta langsung dilarikan ke UGD oleh rekannya termasuk dokter F dan dijemput oleh salah satu perawat UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. Ia dirawat sampai 20 April 2026 hingga akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab pasien.
“20 April tepatnya di jam 12.44 yang bersangkutan diperbolehkan pulang sejak pagi oleh dokter penanggung jawab pasien namanya dokter T. Namun, dokter MAA yang bersangkutan meminta untuk diobservasi dulu hingga siang hari, jadi baru bisa pulang pukul 12.44,” pungkas dia.










