Fakta Mengejutkan Meninggalnya dr Myta Terungkap, Sempat Linglung di Kos hingga Dirawat Intensif

Fakta Mengejutkan Meninggalnya dr Myta Terungkap, Sempat Linglung di Kos hingga Dirawat Intensif

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 12:53
share

Kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi menuai sorotan dari banyak pihak. Kementerian Kesehatan langsung melakukan investigasi dan secara resmi telah mengumumkan kronologis kematian dokter internship di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal Jambi itu.

Kronologi dipaparkan Kementerian Kesehatan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan pada Kamis, 7 Mei 2026 kemarin. Ada beberapa fakta mengejutkan dari kronologi yang dipaparkan.

Diantaranya adalah keluhan sakit yang mulai diungkap oleh almarhum pada 26 Maret 2026, meminta berganti jadwal dengan sesama rekan internship melalui voice note dengan suara sesak nafas hingga almarhum dikabarkan oleh orang tuanya tidak bisa dihubungi dan ditemukan linglung di bawah tangga kos hingga akhirnya dilarikan ke UGD pada 15 Maret 2026.

Baca Juga : Adik dr Myta Dapat Beasiswa dari Kemenkes, Sang Ibu: Ini Kejutan di Tengah Duka Kami

Plt Dirjen Inspektorat Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra mengatakan, almarhumah dirawat selama tiga hari setelah sebelumnya ditemukan linglung. dr. Myta dirawat dari 15 hingga 20 April 2026 hingga akhirnya diperbolehkan pulang sekitar pukul 12.44 WIB. Namun, almarhum kembali merasakan demam tinggi dan sesak nafas hingga akhirnya dilarikan kembali ke UGD pada 21 April 2026 sekitar pukul 04.35. Mendengar kabar tersebut, keluarga dr. Myta akhirnya datang ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal hingga akhirnya almarhum dipindahkan ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

“Dan akhirnya jam 4:35 di hari dini hari atau subuh di hari berikutnya dokter MAA masuk UGD lagi dengan keluhan sesak dan demam. Terus dokter MAA jam 10:30-nya keluarganya datang ke Kuala Tungkal, kemudian menjemput dokter MAA dan pihak keluarga membawa dokter MAA ke Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi,” kata Rudi.

dr. Myta dirawat selama tiga hari di rumah sakit tersebut sampai tanggal 24 April 2026 ia diperbolehkan pulang. Setelah itu, almarhumah kemudian kembali ke Kuala Tungkal untuk meneruskan internship, namun dokter pendamping menyarankan agar ia beristirahat selama satu sampai dua Minggu.

Baca Juga : Soroti Kasus dr Myta, Menkes Ubah Aturan Jam Kerja dan Cuti Dokter Internship

Akhirnya ia kembali dibawa oleh keluarga ke OKU Selatan, namun di tengah perjalanan mereka sempat beristirahat di rumah saudara di Palembang pada 25 April 2026. Saat di Palembang, dr. Myta masih mengeluhkan sakit demam dan sempat menjalani perawatan. Setelah mereda ia kemudian melanjutkan perjalan ke rumahnya di OKU Selatan pada 26 April 2026.Namun, sesampainya di rumah sekitar pukul 16,00, ia kembali mengalami demam dan dilarikan ke klinik milik sang paman. Akhirnya setelah dua jam penanganan, ia dirujuk ke RSUD Moehammad Hoesin Palembang dan tiba pukul 01.00 dini hari pada 27 April 2026.

“Karena kondisi penyakitnya adalah penyakit infeksi maka prosedurnya dirawat di ruang isolasi infeksi. Jadi dokter MAA pukul 3 dirawat di ruang isolasi infeksi. Karena kondisinya menurun dokter MAA akhirnya masuk ICU. Karena ada gangguan paru ya bernapasnya berat maka perlu alat bantu pernapasan. Jadi, dipasang ventilator,” ucap dia.

Almarhumah kemudian langsung masuk ruang perawatan isolasi infeksi hingga akhirnya masuk ICU dan meninggal dunia.

“Itu sekitar pukul 16.00 dan dokter MAA dirawat di ICU hingga wafat dengan kondisi penyakit paru berat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin,” pungkas dia.

Topik Menarik