Harga BBM Nonsubsidi Meroket, DPR: Sangat Memberatkan Rakyat

Harga BBM Nonsubsidi Meroket, DPR: Sangat Memberatkan Rakyat

Ekonomi | okezone | Minggu, 19 April 2026 - 15:02
share

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah dinilai memberikan harapan yang tidak pasti kepada masyarakat.

“Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan langkah kemunduran setelah sebelumnya pemerintah dinilai berani tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah gejolak geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia.

“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” tuturnya.

“Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi,” imbuh Mufti.

Mufti mengaku kebijakan Pertamina sudah menjadi kekhawatiran sejak lama, yakni pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi namun melakukan berbagai langkah substitusi.

Bahkan, ia sebelumnya telah mengingatkan agar pemerintah tidak memberi harapan palsu kepada masyarakat terkait kebijakan harga BBM.

“Ternyata pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ungkapnya.

Kendati yang dinaikkan adalah harga BBM nonsubsidi, Mufti mengatakan dampaknya tetap dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia juga menyoroti sulitnya BBM subsidi di sejumlah daerah yang terjadi setelah kebijakan tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi. Menurutnya, hal ini merupakan ironi.

“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” sebut Mufti.

“Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara signifikan,” imbuhnya.

Mufti menilai kenaikan harga BBM saat ini tidak lagi sekadar soal subsidi atau nonsubsidi, tetapi sudah menyangkut keadilan bagi masyarakat.

“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas pemerintah yang menaikkan harga BBM di saat kondisi ekonomi rakyat sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April ini, untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa ada informasi sebelumnya kepada masyarakat.

Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter. 

Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter. Sementara harga BBM subsidi masih sama.

Topik Menarik