Geopolitik dan Musim Laporan Keuangan Perusahaan AS Uji Wall Street Pekan Depan

Geopolitik dan Musim Laporan Keuangan Perusahaan AS Uji Wall Street Pekan Depan

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 19 April 2026 - 07:44
share

IDXChannel - Pekan padat laporan keuangan perusahaan-perusahaan AS akan menguji Wall Street minggu depan. Selain itu, geopolitik kembali memanas usai militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada 18 April, hanya beberapa jam setelah sebelumnya dibuka.

Sebelumnya, ekspektasi meredanya ketegangan antara AS dan Iran berhasil memicu reli tajam bulan ini, dengan Indeks acuan S&P 500 pada Rabu mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa pertamanya sejak 27 Januari, sementara Nasdaq Composite pada hari yang sama juga mencetak penutupan tertinggi sepanjang masa pertamanya sejak 29 Oktober.

Melansir Reuters, Minggu (19/4/2026), rilis laporan keuangan kuartal pertama ini diperkirakan kuat, yang menjadi pilar utama penopang sentimen bullish di pasar saham. Hampir seperlima perusahaan dalam S&P 500 dijadwalkan melaporkan kinerja mereka pada pekan mendatang.

Sementara itu, harga minyak masih berada di level tinggi. Minyak mentah AS berada di sekitar USD85 per barel pada Jumat, dibandingkan USD67 pada akhir Februari, tepat sebelum serangan militer AS-Israel terhadap Iran. 

Dampak lanjutan dari harga minyak yang tetap tinggi, termasuk inflasi yang meningkat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, dapat menjadi tantangan bagi saham.

Setelah perang dimulai, indeks S&P 500 turun 9 persen dari puncaknya pada Januari. Namun, sejak titik terendahnya pada 30 Maret, indeks tersebut melonjak kembali 12 persen dan ditutup minggu ini di atas level 7.000 untuk pertama kalinya.

Jika melihat sejarah koreksi S&P 500 sebesar 5-10 persen sejak 1928, Bespoke Investment Group mencatat indeks tersebut belum pernah sebelumnya kembali ke rekor tertinggi sepanjang masa hanya dalam 11 sesi perdagangan, seperti yang terjadi pada Rabu.

Sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar dan saham terkait teknologi, yang memimpin pasar selama tiga tahun bull market terakhir, sempat terpukul keras pada penurunan awal. Namun beberapa di antaranya kembali bersinar dalam reli terbaru, seperti Alphabet dan Meta Platforms, sementara sektor teknologi secara keseluruhan juga mencatat kinerja unggul.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik