Bansos Rp17,5 Triliun Cair Jelang Lebaran, Ini Daftar Penerimanya

Bansos Rp17,5 Triliun Cair Jelang Lebaran, Ini Daftar Penerimanya

Ekonomi | okezone | Selasa, 10 Februari 2026 - 17:49
share

JAKARTA - Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp17,5 triliun akan tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat kelas bawah di tengah persiapan Lebaran.

Bansos Reguler Rp17,5 Triliun

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul merinci bahwa anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk dua jenis bantuan utama dengan target keluarga miskin dan rentan.

"Ada dua jenis bansos. Yang pertama adalah bansos reguler, yaitu bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp17,5 triliun," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Dana Darurat untuk Wilayah Terdampak Bencana

Selain bantuan reguler, Kemensos juga menyiapkan dana darurat untuk penanganan wilayah terdampak bencana.

"Kedua adalah bansos adaptif, termasuk untuk kebencanaan di Sumatera dan beberapa wilayah lain, dengan nilai lebih dari Rp2,3 triliun," tambahnya.

Secara keseluruhan, jika ditambah dengan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi), total dana perlindungan sosial yang dikucurkan tahun ini mencapai sekitar Rp20 triliun. Hingga saat ini, realisasi penyerapan dana telah melampaui Rp17 triliun.

Gus Ipul optimistis sisa anggaran akan segera tersalurkan dalam waktu dekat guna memastikan ketersediaan dana bagi masyarakat hingga masa lebaran tiba.

"Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah sampai Lebaran," jelas Mensos.

 

Penerima Bansos

Terkait siapa saja yang berhak menerima bantuan, Gus Ipul menekankan bahwa daftar penerima manfaat bersifat dinamis. Pemerintah kini berpijak pada data tunggal hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meminimalkan salah sasaran.

"Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh BPS," kata Gus Ipul.

Konsekuensinya, status kepesertaan seseorang bisa berubah antar-kuartal tergantung pada kondisi kesejahteraan terbaru yang tercatat. Fokus utama bantuan akan menyasar kelompok desil terendah.

"Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," tegasnya.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui pembukaan rekening perbankan serta distribusi lewat PT Pos Indonesia. Masyarakat juga diajak aktif mengawal keakuratan data melalui jalur formal di tingkat RT/RW atau menggunakan kanal digital.

Pemerintah menyediakan beberapa platform bagi publik untuk melapor atau memutakhirkan data, di antaranya Call Center dan WhatsApp Center resmi Kemensos, serta Aplikasi Cek Bansos untuk verifikasi mandiri.

Setelah penyaluran kuartal pertama ini rampung, pemerintah dijadwalkan akan melanjutkan program tahap kedua pada periode April hingga Juni mendatang.
 

Topik Menarik