Purbaya Sentil Impor Kapal Bekas: Uangnya Ada tapi Industri Lokal Tak Diberi Kesempatan

Purbaya Sentil Impor Kapal Bekas: Uangnya Ada tapi Industri Lokal Tak Diberi Kesempatan

Ekonomi | okezone | Selasa, 10 Februari 2026 - 19:34
share

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kebijakan impor kapal bekas. Industri perkapalan dalam negeri dinilai jalan di tempat karena kebijakan yang dianggap lebih memihak pada produk luar negeri. Hal ini menjadi ironi pada industri galangan kapal nasional meski menyandang status sebagai negara maritim.

Purbaya menegaskan bahwa penguatan sektor manufaktur ini sangat krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma enggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar Purbaya dalam Focus Group Discussion (FGD) Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Tak Ada Kesempatan

Purbaya menilai kelemahan utama industri domestik bukan terletak pada kualitas SDM, melainkan pada minimnya order akibat kebijakan yang masih membuka pintu lebar bagi masuknya kapal bekas dari luar negeri. Hal ini mengakibatkan para ahli perkapalan lokal kehilangan panggung di negeri sendiri.

“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu enggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli enggak dikasih kesempatan,” kata Purbaya.

 

Penyerapan Anggaran Pemerintah

Purbaya juga menyoroti rendahnya penyerapan anggaran pemerintah untuk produk galangan domestik. Dia mengungkapkan bahwa anggaran pengadaan kapal sebenarnya sudah disiapkan dalam APBN, namun belum memberikan dampak signifikan bagi industri lokal.

Padahal, terdapat peluang besar melalui peremajaan kapal-kapal yang sudah uzur. Mengutip pernyataan Presiden, terdapat lebih dari 2.400 unit kapal yang telah berusia di atas 25 tahun dan mendesak untuk diganti.

“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” jelasnya.

Purbaya menekankan pentingnya percepatan belanja pemerintah di awal tahun melalui sektor ini untuk mendorong akselerasi ekonomi.

“Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” tegas Purbaya.

Dengan demikian, Purbaya mengajak Kadin Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun peta jalan (roadmap) yang konkret. Tujuannya jelas: memastikan permintaan domestik, baik dari sektor publik maupun swasta, diprioritaskan untuk industri galangan kapal nasional.

“Ayo kita sama-sama bangun industri galangan kapal dalam negeri supaya industri ini benar-benar bangkit,” pungkasnya.
 

Topik Menarik