Intip Obrolan Prabowo dengan 22 Pengusaha Apindo
JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah pembahasan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto bersama 22 pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Prasetyo mengatakan banyak hal strategis dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Banyak ya. Itu kan, sebagaimana selalu kami sampaikan bahwa Bapak Presiden membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, dan alhamdulillah tadi malam beliau berkesempatan berdiskusi dengan para pengusaha,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo menyebut Presiden Prabowo Subianto menerima banyak masukan dari para pengusaha. Masukan tersebut terutama berkaitan dengan peran sektor swasta dan pemerintah yang harus berjalan beriringan.
“Indonesia Incorporated itu disepakati bahwa sektor swasta yang kuat dan maju harus terus kita bantu dan dorong. Karena salah satu kunci ekonomi ada di sektor swasta, teman-teman pengusaha ini,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo membeberkan sejumlah poin pembahasan, antara lain terkait upaya pengembangan sektor-sektor padat karya hingga strategi agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
“Bagaimana kita lebih kompetitif, misalnya di industri tekstil, industri garmen, dan industri sepatu. Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus berpikir untuk berkompetisi di tingkat global. Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya mengandalkan captive market di dalam negeri,” ungkap Prasetyo.
Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan untuk bersaing di tingkat global.
“Sementara beberapa negara tetangga lain justru mengambil pangsa pasar tersebut, yang sebenarnya merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertemu dengan 22 pengusaha Apindo di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 18.50 hingga 22.00 WIB itu berjalan hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Prabowo juga menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.
“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” kata Prabowo dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil.
Ia mendorong pengembangan dan pembesaran industri tekstil seperti garmen, sepatu, dan mebel, serta sektor-sektor strategis lainnya, antara lain industri makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta penguatan UMKM.
Para pengusaha yang hadir disebut berkomitmen dan solid mendukung visi dan misi Presiden Prabowo, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pemenuhan gizi dan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, serta mewujudkan industrialisasi yang berorientasi pada kepentingan negara dan bangsa.
Adapun 22 pengusaha Apindo yang hadir antara lain Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, Soegianto Nagaria, Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman, Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Julianto Sutedja, dan Harry Lukminto.










