BNPT Cetak Generasi Baru Duta Damai di Sumatera Utara

BNPT Cetak Generasi Baru Duta Damai di Sumatera Utara

Nasional | sindonews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 20:23
share

Ketahanan digital perlu diperkuat agar generasi muda mampu mengenali dan menangkal pengaruh negatif sekaligus bijak bermedia sosial. Ruang digital yang menyatu dengan kehidupan anak muda rentan ancaman paparan intoleransi, provokasi, hingga narasi kekerasan. Pesan tersebut disampaikan Plt Direktur Kontra Radikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Cpl Hendro Wicaksono saat pengukuhan regenerasi dan pelatihan Duta Damai BNPT Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/10/2026).

Baca juga: Duta Damai dan Duta Santri BNPT Ujung Tombak Lawan Ideologi Radikal Terorisme

Kegiatan yang diikuti 50 peserta berlangsung selama tiga hari ini membekali peserta lintas perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas dengan materi wawasan kebangsaan, penulisan, desain komunikasi visual (DKV), serta teknologi informasi(IT).

Hendro menjelaskan bahwa urgensi regenerasi ini turut didasari oleh rekam jejak aksi terorisme yang pernah terjadi di Sumatera Utara, mengingat setiap aksi teror selalu berawal dari sikap intoleransi yang melahirkan radikalisme. “Apa pun yang kita keluarkan harus positif untuk mengisi ruang digital dengan hal bermanfaat, karena generasi ini adalah ujung tombak nasional penyebar pesan damai di Sumatera Utara,” ujar Hendro.

Baca juga: Pengamat UI Ungkap Modus Kelompok Ekstrem Manfaatkan Konflik Global

Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara, Prof Arifudin Muda Harahap mengingatkan bahwa radikalisme berakar dari pemaksaan kehendak. Wilayah Sumatera Utara yang majemuk rentan mengalami gesekan apabila sikap saling menghormati mulai luntur.

Ia mencontohkan mulai bergesernya tradisi mencium tangan saat bersalaman yang sejatinya merupakan kearifan lokal dan bukti penghormatan. Sehingga budaya luhur tersebut harus terus dipertahankan sebagai benteng karakter.

“Ketika menghadapi isu radikal di medsos, jangan dilawan secara frontal karena hanya memicu perang medsos, tetapi berikan pencerahan melalui akun-akun edukasi tentang bagaimana sebenarnya beragama,” terang Guru Besar UIN Sumatera Utara itu. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan mengapresiasi langkah BNPT melibatkan generasi muda untuk menjaga keharmonisan kota.

Sofyan menilai pembekalan materi dalam pelatihan ini sangat relevan karena kemampuan menulis dapat digunakan untuk menyampaikan gagasan mencerahkan, desain komunikasi visual mengemas pesan secara kreatif, dan teknologi informasi memperluas jangkauan pesan kebangsaan.

“Perdamaian tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap, tindakan, serta keteladanan,” ujar Sofyan.

Topik Menarik