Pilu! Pasutri di Gowa Ditemukan Tewas Terseret Arus Sungai Buakkang

Pilu! Pasutri di Gowa Ditemukan Tewas Terseret Arus Sungai Buakkang

Nasional | inews | Senin, 11 Mei 2026 - 16:27
share

GOWA, iNews.id - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan pasangan suami istri yang sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Buakkang di Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian selama dua hari, Minggu hingga Senin (10-11/5/2026).

Korban diketahui bernama Kamuddin (58) dan Lami Dg Ngugi (57). Pasutri tersebut diduga terseret arus deras saat menjala ikan di sungai pada Sabtu (9/5/2026).

Kepala Kantor Basarnas Makassar Arif Anwar mengatakan korban pertama atas nama Kamuddin ditemukan warga pada Minggu (10/5/2026) pukul 13.20 WITA.

“Korban pertama, Kamuddin, ditemukan oleh warga pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 13.20 WITA. Jasadnya ditemukan masih terlilit jala ikan di aliran sungai,” kata Arif, Senin (11/5/2026).

Penemuan mayat Kamuddin langsung ditindaklanjuti Tim Rescue Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan dengan melanjutkan pencarian terhadap korban kedua. Tim menyisir sepanjang aliran Sungai Buakkang untuk mencari keberadaan istri korban.

Pencarian intensif itu akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi. Korban kedua bernama Lami Dg Ngugi ditemukan sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari titik penemuan korban pertama,” katanya.

Menurut Arif, peristiwa nahas tersebut terjadi saat kedua korban sedang menjala ikan di sungai. Namun secara tiba-tiba debit air meningkat drastis akibat cuaca ekstrem di wilayah hulu sungai.

Arus deras yang datang mendadak membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya terseret aliran sungai. Kondisi sungai yang meluap juga sempat menyulitkan proses pencarian korban.

“Saat itu, cuaca ekstrem di wilayah hulu sungai memicu luapan debit air secara tiba-tiba hingga menyeret kedua korban,” ucapnya.

Setelah berhasil ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Proses pencarian melibatkan Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan dan warga setempat. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi banjir mendadak saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat cuaca ekstrem.

Topik Menarik