Geger! Anjing Gila Positif Rabies Gigit 8 Warga di Maros, Akhirnya Ditembak Mati

Geger! Anjing Gila Positif Rabies Gigit 8 Warga di Maros, Akhirnya Ditembak Mati

Nasional | inews | Senin, 11 Mei 2026 - 23:25
share

MAROS, iNews.id - Seekor anjing gila positif rabies yang menyerang delapan warga di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya ditembak mati petugas. Pemerintah daerah langsung bergerak cepat dengan menggelar vaksinasi massal guna mencegah penyebaran virus rabies yang mematikan.

Anjing berbulu coklat putih tersebut sebelumnya menebar teror di permukiman warga dan menyerang sejumlah korban secara tiba-tiba. Salah satu korban bahkan mengalami luka gigitan di bagian tangan dan kaki saat sedang jogging pagi.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan pihaknya menerima laporan dari camat terkait adanya anjing yang diduga terinfeksi rabies setelah menyerang warga.

"Kami terima laporan dari Pak Camat ada anjing yang diintentifikasi awal gila karena menyerang warga," ujarnya, Senin (11/5/2026).

Chaidir menyebut total ada delapan warga yang menjadi korban gigitan anjing liar tersebut. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis untuk mencegah infeksi rabies.

"Ada delapan korban gigitan anjing tersebut," katanya.

Tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bantimurung bersama warga kemudian melakukan pencarian terhadap anjing tersebut. Setelah dilakukan pengejaran, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan hewan itu.

Anjing tersebut terpaksa ditembak mati karena dinilai membahayakan keselamatan warga sekitar. Bangkai hewan lalu dibawa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner Maros memastikan anjing tersebut positif terinfeksi virus rabies. Temuan itu membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus.

Salah satu korban bernama Gufron mengaku diserang secara tiba-tiba saat berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Dia sempat berusaha melawan untuk menyelamatkan diri.

"Saya tiba-tiba diterkam, saya coba lawan dengan menendangnya," ujarnya.

Menurut Gufron, anjing tersebut menyerang tanpa mengeluarkan suara terlebih dahulu sehingga membuat warga tidak sempat menghindar.

"Anjing tidak bersuara tapi langsung gigit saja," ucapnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran rabies, Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kementerian Pertanian langsung menggelar vaksinasi massal terhadap ratusan anjing peliharaan milik warga.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas. Warga yang mengalami gigitan hewan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pemerintah menilai kewaspadaan dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran rabies yang dapat mengancam keselamatan manusia. Pemantauan terhadap hewan liar di wilayah Maros juga terus ditingkatkan.

Topik Menarik