Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah

Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah

Nasional | sindonews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:23
share

Pernyataan Amien Rais yang menuding Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memicu polemik. Pernyataan Amien Rais dinilai tidak berdasar dan berpotensi merusak kualitas demokrasi.

Direktur Nalar Bangsa Institute, Bin Bin Firman Tresnadi, menilai tuduhan tanpa dukungan data yang jelas justru memperkeruh ruang publik di tengah kebutuhan akan stabilitas politik dan konsolidasi nasional.

Baca juga: Komdigi Tegaskan Video Amien Rais soal Prabowo Hoaks dan Bermuatan Ujaran Kebencian

“Demokrasi memang membuka ruang kritik—itu prinsip dasar. Namun kritik yang tidak ditopang data, tidak berbasis argumentasi rasional, dan hanya mengandalkan insinuasi, bukanlah kritik. Itu adalah spekulasi politik yang berbahaya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Bin Bin menegaskan, ketika perdebatan publik bergeser dari adu gagasan menjadi serangan personal, yang terdampak bukan hanya individu yang disasar, tetapi juga fondasi demokrasi itu sendiri.

Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto, Bin Bin menyebut saat ini pemerintah tengah fokus menjalankan sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.

Baca juga: Tanggapi Amien Rais, Agus Jabo Ingatkan Jangan Jadikan Prasangka dan Kebencian sebagai Alat Politik

Bin Bin menilai, capaian-capaian tersebut membuat ruang kritik berbasis kebijakan semakin sempit, sehingga sebagian pihak beralih pada pola serangan personal.

“Ketika ruang untuk menyerang kebijakan semakin sempit karena capaian yang kasat mata, maka sebagian pihak beralih ke politik insinuatif: menyerang orang di sekitar kekuasaan, menebar kecurigaan, dan menciptakan distraksi,” jelasnya.Bin Bin menyebut pola tersebut sebagai bentuk politik yang tidak sehat karena tidak menawarkan solusi maupun arah yang jelas bagi perbaikan bangsa.

“Ini bukan oposisi yang sehat, ini adalah bentuk pelarian dari ketidakmampuan menawarkan alternatif,” tegasnya.

Bin Bin juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak kekurangan kritik, namun membutuhkan kritik yang berkualitas, berbasis data, serta mampu memberikan solusi konkret.

Bin Bin mengajak publik untuk tetap waspada terhadap upaya-upaya yang berpotensi mengganggu agenda besar nasional, seperti pembangunan ekonomi, penguatan kedaulatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Menolak fitnah bukan berarti antikritik. Justru sebaliknya, itu adalah upaya menjaga agar kritik tetap berada pada jalurnya, berbasis fakta, berorientasi solusi, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ucapnya.

Topik Menarik