OSO Nilai Keberpihakan Jadi Kunci Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

OSO Nilai Keberpihakan Jadi Kunci Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Nasional | okezone | Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:58
share

JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura, Osman Sapta Odang (OSO) menilai keberpihakan menjadi kunci pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

1. Keberpihakan Jadi Kunci

Menurut OSO, keberpihakan kepada daerah harus diwujudkan melalui upaya nyata dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu mencakup peningkatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kemandirian daerah.

“Keberpihakan itu adalah bagaimana saudara memberikan kemakmuran, kehidupan, dan peluang kerja bagi masyarakat di daerah,” kata OSO saat membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota DPRD Fraksi Partai Hanura di Kalbar, dikutip Sabtu (2/5/2026). 

Dia juga mengingatkan, jabatan sebagai anggota dewan tak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. "Bukan saudara menikmati kehidupan sebagai anggota DPRD, sementara masyarakat tidak merasakan manfaatnya," cetusnya.

OSO tak ingin partainya dipandang sebelah mata lantaran kinerja kader legislatif tidak maksimal. Karenanya, mantan Wakil Ketua MPR RI itu meminta seluruh anggota memperjuangkan kepentingan rakyat. 

Dia mengingatkan, situasi global yang tidak menentu turut berdampak pada kondisi masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh wakil rakyat hadir dengan keberanian dan tindakan nyata.

"Rakyat kita sedang mengalami kesulitan, dalam situasi dunia yang tidak menentu. Hanya dengan keberanian bertindak dan membela kepentingan daerah, saudara akan berarti," ucapnya.

OSO menyebutkan, tanpa keberanian, anggota Dewan berpotensi menjadi bahan ejekan publik. Bahkan, kata dia, citra partai juga akan ikut terdampak.

 

Dalam pidatonya, OSO memompa semangat kader untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia menyebutkan, memajukan daerah bukan dilihat dari seberapa banyak jumlah anggota Dewan-nya. "Mulai detik ini saudara harus berkualitas, harus berani. Berani menegakkan keadilan, berani menetapkan kejujuran, dan berani mengoreksi jalannya pemerintahan daerah untuk kemakmuran masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengkritisi fenomena legislatif yang tidak optimal menjalankan fungsi dan perannya. OSO menyebut, masih ada anggota Dewan yang pasif dan tidak mampu menyuarakan aspirasi masyarakat secara maksimal.

"Banyak orang menjadi anggota DPR, tapi banyak juga yang tidak berkontribusi. Bahkan, tidak mampu mengeluarkan inspirasi dari hati nuraninya,” cecar OSO. 

Acara pembukaan Bimteknas ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra; Gubernur Kalbar, Ria Norsan; serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Kalbar yang didukung dan diusung di Pilkada 2024, serta akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung; dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. 
 

Topik Menarik