Profil Japto Soerjosoemarno Sosok Ketua Pemuda Pancasila yang Rumahnya Digeledah KPK

Profil Japto Soerjosoemarno Sosok Ketua Pemuda Pancasila yang Rumahnya Digeledah KPK

Nasional | sindonews | Rabu, 5 Februari 2025 - 14:08
share

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Japto Soelistyo Soerjosoemarno, yang lebih dikenal sebagai Japto Soerjosoemarno, adalah seorang tokoh pemuda dan politisi terkemuka di Indonesia.

Lahir pada 16 Desember 1949 di Surakarta, Jawa Tengah, Japto merupakan putra dari pasangan Ir. KPH Soetarjo Soerjosoemarno dan Dolly Zegerius. Ayahnya adalah seorang bangsawan Jawa yang juga berprofesi sebagai insinyur, sementara ibunya berdarah Belanda-Yahudi.

Japto juga merupakan adik dari aktris terkenal Marini Soerjosoemarno. Japto lahir dan dibesarkan dalam keluarga dengan latar belakang budaya yang beragam. Ayahnya, Ir. KPH Soetarjo Soerjosoemarno, adalah seorang insinyur yang menyelesaikan pendidikannya di Delft University of Technology di Belanda.

Ibunya, Dolly Zegerius, adalah seorang pemain bridge kompetitif yang berasal dari Belanda dan telah menjadi warga negara Indonesia. Kombinasi latar belakang Jawa dan Belanda ini memberikan Japto perspektif yang unik dalam kehidupannya.

Sejak 1981, Japto telah memimpin organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP) sebagai Ketua Majelis Pimpinan Nasional. Pemuda Pancasila adalah organisasi kepemudaan yang berdiri pada 28 Oktober 1959 dan memiliki peran signifikan dalam sejarah politik Indonesia. Di bawah kepemimpinan Japto, organisasi ini mengalami perkembangan yang pesat dan semakin dikenal di seluruh Indonesia.

Selain aktif di Pemuda Pancasila, Japto juga terlibat dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI (FKPPI), sebuah organisasi yang mewadahi anak-anak purnawirawan TNI dan Polri. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi menunjukkan dedikasinya dalam dunia kemasyarakatan dan kepemudaan di Indonesia.

Di ranah politik, Japto mendirikan Partai Patriot Pancasila pada 1 Juni 2001, yang kemudian berganti nama menjadi Partai Patriot pada 2009. Partai ini dikenal dengan loyalitasnya kepada keluarga mantan Presiden Indonesia Soeharto. Meskipun partai ini tidak sebesar partai-partai lain, namun keberadaannya menegaskan peran Japto dalam kancah politik nasional.

Japto menikah dengan Retno Suciati dan dikaruniai tiga anak yakni, Golda Nayawitri Betha Ridhuhita Kartika, Sahid Abishalom Benninu Nugroho Noyosatwiko Soerjosoemarno, dan Jedidiah Shenazar Kertidarpito Soerjosoemarno. Putranya, Sahid Abishalom, menikah dengan aktris Yasmine Wildblood, menambah keterkaitan keluarga ini dengan dunia hiburan Indonesia.

Di luar aktivitas organisasi dan politik, Japto dikenal sebagai seorang penyayang binatang dan aktif dalam upaya pelestarian satwa melalui World Wildlife Fund (WWF). Namun, ironisnya, ia juga memiliki hobi berburu. Hal ini terlihat dari berbagai trofi berburu yang dimilikinya, termasuk dari "Big Five" di Afrika, serta koleksi binatang yang diawetkan yang menghiasi rumahnya di kawasan Ciganjur, Jakarta.

Pada Selasa, 4 Februari 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Japto di Jalan Benda Ujung, Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita 11 kendaraan bermotor roda empat, sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan valuta asing, serta dokumen dan barang bukti elektronik lainnya.

Penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara. Namun, hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan langsung Japto dalam kasus tersebut.

Di dunia hiburan Japto tampil dalam film dokumenter pemenang penghargaan ada 2012, "The Act of Killing", yang mengisahkan tentang peran organisasi paramiliter dalam peristiwa pembantaian massal di Indonesia pada tahun 1965. Dalam film tersebut, Japto digambarkan sebagai sosok yang kaya dan memiliki pandangan misoginis. Ia sempat mengancam akan menuntut sutradara atau produser film tersebut karena merasa tidak puas dengan penggambaran dirinya.

Japto Soerjosoemarno adalah sosok yang kompleks dengan berbagai peran dalam masyarakat Indonesia. Sebagai pemimpin Pemuda Pancasila, politisi, pecinta binatang, dan tokoh kontroversial, Japto telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi, perannya dalam sejarah modern Indonesia tidak dapat diabaikan.

Topik Menarik