Aliansi 40 Ormas Islam yang Laporkan Ade Armando Cs Siap Hadirkan Saksi dan Ahli Terkait Ceramah JK
Aliansi 40 Ormas Islam yang melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri menyatakan siap menghadirkan saksi dan ahli. Hal itu terkait ceramah mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di UGM yang dipotong.
"Kami menyatakan sikap siap untuk menghadirkan saksi-saksi maupun ahli-ahli terkait laporan kami guna terang benderangnya suatu perkara ini, tindak pidana perkara ini," kata Perwakilan Aliansi Ormas Islam dari LBH Syarikat Islam, Gurun Arisastra di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Aliansi 40 Ormas Islam Desak Bareskrim Usut Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie Terkait Ceramah Jusuf KallaGurun menjelaskan, pihaknya siap menghadirkan saksi dan ahli apabila penyidik membutuhkan untuk mengusut laporannya.
Dubes Iran Usai Bersua dengan Megawati-Jokowi: Sebuah Kebanggaan jika Bertemu Presiden Prabowo
"Artinya kami siap berkoordinasi dengan penyidik untuk menghadirkan saksi-saksi maupun ahli-ahli, dan juga pelapor juga siap untuk diperiksa dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya. Sebelumnya, sebanyak 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama resmi melaporkan Ade Armando, politisi Grace Natalie dan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri.
Baca juga: 40 Ormas Islam Laporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda ke Bareskrim Buntut Potong Ceramah JK
Perwakilan LBH Syarikat Islam/SEMMI, Gurun Arisastra menyebut pelaporan itu dilakukan terkait polemik potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).
Laporan tersebut diterima dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.
"LBH Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan LBH Syarikat Islam beserta LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN dan organisasi lainnya telah melaporkan tiga figur Ade Armando, lalu Permadi Arya, dan juga Grace Natalie," ujarnya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin (4/5/2026).










