Loading...
Loading…
Dihantam Badai Covid 19, Korut Bisa Alami Kematian Besar Jika Tidak Terima Bantuan

Dihantam Badai Covid 19, Korut Bisa Alami Kematian Besar Jika Tidak Terima Bantuan

Nasional | bukamatanews | Minggu, 15 Mei 2022 - 10:31

BUKAMATA - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tambahan 15 orang meninggal dunia akibat penyakit yang disebutkan memiliki gejala seperti flu.

Jumlah tersebut membuat total orang meninggal di Korea Utara akibat demam tersebut meningkat menjadi 42 orang pada Minggu (15/5/2022).

Menurut KCNA, portal berita resmi pemerintah Korut, melansir informasi dari markas besar pencegahan epidemi darurat negara, lebih dari 296.180 orang mengalami demam. Lebih dari 252.400 pulih dan 15 meninggal dari malam 13 Mei hingga 18:00 tanggal 14 Mei di negara itu.

Dari akhir April hingga 18:00 tanggal 14 Mei, total orang yang demam menjadi lebih dari 820.620, di antaranya lebih dari 496.030 telah pulih dan setidaknya 324.550 berada di bawah perawatan medis.

Seperti diketahui, setelah mempertahankan klaim bahwa dua tahun terakhir bebas dari virus Corona, Korea Utara mengumumkan pada Kamis (14/5) lalu mereka menemukan pasien Covid-19 pertamanya sejak pandemi dimulai.

Beberapa ahli mengatakan Korea Utara tidak memiliki kit diagnostik yang diperlukan untuk menguji sejumlah besar pasien terduga Covid-19.

Wabah itu memicu kekhawatiran tentang krisis kemanusiaan di Korea Utara karena sebagian besar dari 26 juta orang di negara itu diyakini tidak divaksinasi terhadap virus Corona dan sistem perawatan kesehatan masyarakatnya berantakan selama beberapa dekade.

Baca Juga :
Kim Jong Un Beri Sinyal Covid-19 Telah Masuk ke Korea Utara

Beberapa ahli mengatakan Korea Utara mungkin menderita kematian besar jika tidak segera menerima pengiriman vaksin, obat-obatan, dan pasokan medis lainnya dari luar.

Sejak Kamis, Korea Utara memberlakukan lockdown nasional untuk memerangi virus tersebut.

Presiden Korea Utara, Kim Jong Un meminta rakyatnya bersatu dan fokus bertempur melawan pandemi Corona. "Kita dapat mengatasi krisis," ujarnya.

Kim sendiri menawarkan untuk menyumbangkan persediaan medis, yang telah disimpan di rumahnya, untuk digunakan oleh keluarga yang mengalami kesulitan.

Kim juga meminta pejabat kesehatan Korea Utara harus belajar dari pengalaman negara maju, termasuk pencapaian China dalam memerangi Covid-19.

Original Source

Topik Menarik