MU Sedang Terpuruk, Pelatih AS Roma Gasperini Justru Tak Mau Tertipu jelang Duel Liga Champions

MU Sedang Terpuruk, Pelatih AS Roma Gasperini Justru Tak Mau Tertipu jelang Duel Liga Champions

Olahraga | inews | Selasa, 3 November 2026 - 23:30
share

MANCHESTER, iNews.id – Manchester United (MU) tengah mengalami periode sulit, tetapi Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menolak meremehkan Setan Merah menjelang pertandingan Liga Champions di Old Trafford, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Dia justru meminta timnya mempersiapkan diri seolah-olah menghadapi MU dalam performa terbaik.

Pernyataan Gasperini muncul ketika kedua tim berada dalam situasi berbeda. AS Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan besar, sedangkan MU masih berusaha bangkit dari hasil mengecewakan.

Roma baru saja mengalahkan Udinese 5-2, Sabtu (31/10/2026). Kemenangan tersebut membawa klub ibu kota Italia menempati peringkat ketiga klasemen liga, hanya tertinggal satu poin dari posisi teratas.

Sebaliknya, MU harus menelan kekalahan 0-2 dari Chelsea pada hari yang sama. Hasil tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap pelatih Setan Merah, Michael Carrick.

Meski demikian, Gasperini menegaskan penurunan performa MU di kompetisi domestik tidak bisa menjadi alasan bagi Roma untuk menganggap remeh lawan.

"Di liga, mereka sedang menjalani periode sulit dalam hal hasil pertandingan, tetapi kami tidak boleh teralihkan oleh situasi itu. United tetap tim yang kuat, memiliki pemain-pemain dengan kualitas luar biasa, dan atmosfer kandangnya sangat panas serta sulit. Kami mempersiapkan diri seolah-olah menghadapi Manchester United dalam kondisi terbaik," kata Gasperini, dikutip dari Corriere dello Sport.


Gasperini Punya Mimpi Besar di Old Trafford

Gasperini juga mendapat pertanyaan mengenai julukan Old Trafford sebagai Theatre of Dreams atau Teater Impian. Pelatih asal Italia tersebut mengaku memiliki mimpi yang ingin segera diwujudkan bersama Roma.

"Semua orang berhak bermimpi. Saya berusaha memiliki mimpi yang bisa segera menjadi kenyataan, dimulai besok, di stadion fantastis yang terkenal di seluruh dunia. Saya berharap mimpi itu terwujud," ujarnya.

Namun, ambisi tersebut harus dihadapkan pada persoalan serius terkait ketersediaan pemain. Roma tidak bisa mengandalkan Lorenzo Pellegrini, Paulo Dybala, dan Manu Koné dalam pertandingan menghadapi MU.

Ketiganya absen pada periode yang sama sehingga mengurangi pilihan pemain, terutama di lini tengah. Situasi tersebut bahkan memaksa Gasperini memanggil sejumlah pemain muda dari tim Primavera untuk melengkapi skuad pada akhir pekan sebelumnya.

Gasperini mengakui absennya beberapa pemain penting membuat Roma harus melakukan penyesuaian strategi. Dia berharap masalah tersebut tidak berlangsung lama.

Roma masih memiliki Castro sebagai alternatif bersama Malen. Namun, Gasperini mengakui pilihan pemain di lini tengah sangat terbatas akibat absennya sejumlah pemain utama.

Kondisi skuad semakin menantang karena Roma baru melewati tujuh pertandingan dengan persaingan ketat. Meski demikian, Gasperini menilai para pemainnya mampu melakukan pemulihan fisik dengan baik.

Dia memastikan Mora berada dalam kondisi siap bermain. Sebanyak 17 pemain yang tersedia juga dinyatakan siap menghadapi pertandingan di Old Trafford.

Gasperini berharap para pemain yang absen dapat kembali setelah jeda internasional. Untuk sementara, Roma harus menghadapi jadwal pertandingan pekan ini dengan kekuatan yang tersedia.


Gasperini Tanggapi Tekanan Michael Carrick di MU

Selain membahas kondisi skuad, Gasperini memberikan apresiasi terhadap performa para pemain sayap Roma. Dia menilai Wesley tampil baik, sementara Molina dan Rensch juga menunjukkan kontribusi positif.

Menurutnya, para pemain di posisi tersebut membutuhkan kebugaran tinggi. Mereka harus menempuh jarak cukup jauh sepanjang pertandingan dengan mengandalkan akselerasi dan kecepatan.

Gasperini juga menilai kesempurnaan bukan sesuatu yang bisa dicapai setiap tim dalam seluruh pertandingan. Dia menegaskan Roma terus berusaha memperbaiki kualitas permainan meski telah menunjukkan perkembangan positif.

"Kesempurnaan tidak ada, baik untuk tim besar maupun untuk kami. Kualitas kami adalah selalu berusaha berkembang. Kami memahami karakter permainan sendiri, tetapi kami juga tahu masih bisa tampil lebih baik dalam beberapa situasi," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gasperini diminta menanggapi tekanan yang sedang dihadapi Michael Carrick. Pelatih Roma tersebut juga ditanya apakah kondisi Carrick dapat dibandingkan dengan pengalaman singkatnya menangani Inter Milan pada 2011.

Gasperini menolak menyamakan kedua situasi tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang sedang dihadapi MU, tetapi tetap mengakui kualitas para pemain Setan Merah.

Menurutnya, setiap tim bisa mengalami periode sulit sebelum akhirnya kembali menemukan momentum kebangkitan. Meski demikian, Gasperini berharap kebangkitan MU tidak terjadi ketika menghadapi Roma.

Dia juga menganggap pengalamannya bersama Inter Milan tidak bisa dijadikan perbandingan. Pasalnya, Gasperini hanya menangani klub tersebut selama tiga pertandingan.

Dengan kondisi kedua tim yang berbeda, pertandingan di Old Trafford menjadi ujian penting bagi Roma dan MU. Gasperini tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap Setan Merah, meskipun timnya datang dengan modal kemenangan besar atas Udinese.

Topik Menarik