Kena Mental Gara-Gara Kejar Veda Ega Pratama, Hakim Danish Diminta Legenda Malaysia Fokus Balapan Saja

Kena Mental Gara-Gara Kejar Veda Ega Pratama, Hakim Danish Diminta Legenda Malaysia Fokus Balapan Saja

Olahraga | okezone | Selasa, 3 November 2026 - 17:51
share

KUALA LUMPUR – Legenda balap motor Malaysia, Zulfahmi Khairuddin, menilai anak didiknya, Hakim Danish Ramli, sempat terbebani oleh ambisi mengejar poin di klasemen Moto3 2026. Zulfahmi menyarankan rider muda tersebut untuk menyampingkan perburuan gelar Rookie of the Year dan lebih fokus menghadapi setiap balapan yang ada di depan mata.

Tren performa pembalap tim Aeon Credit-MT Helmets-MSI itu sejatinya sempat melonjak usai meraih podium ketiga di GP Italia dan meraih kemenangan di Republik Ceko pada Juli lalu. Namun, Danish setelah itu sempat mengalami penurunan performa secara drastis di pertengahan musim.

Kiprah Danish baru kembali membaik saat melakoni balapan kandang pada Moto3 Malaysia 2026 akhir pekan lalu. Start dari posisi ketiga di kualifikasi, pembalap berusia 19 tahun tersebut berhasil mengamankan finis di peringkat keempat.

1. Bayang-Bayang Veda Ega Pratama dan Uriarte

Zulfahmi, yang telah menjadi mentor sekaligus manajer Danish sejak 2020, melihat adanya perubahan tingkat konsentrasi yang jauh lebih baik sewaktu tampil di Sirkuit Sepang. Menurutnya, pendekatan balapan demi balapan sangat efektif meredam tekanan mental sang pembalap.

Hakim Danish. (Foto: Instagram/hakimdanish_13)

"Saya percaya sekarang saatnya bagi kami untuk fokus menghadapi satu demi satu balapan daripada terlalu banyak memikirkan kejuaraan (rookie of the year), yang memberi terlalu banyak tekanan padanya," ujar Zulfahmi, dikutip dari New Straits Times, Selasa (3/11/2026).

Zulfahmi menambahkan bahwa fokus Danish kerap buyar ketika pikirannya terdistraksi oleh persaingan angka melawan rival utamanya asal Indonesia, Veda Ega Pratama, serta pembalap Spanyol, Brian Uriarte.

"Ketika dia terlalu memikirkan Veda Pratama atau Brian Uriarte, dia kehilangan fokus tersebut. Jika dia bisa fokus pada satu balapan saja dalam satu waktu, pada akhirnya perolehan poin akan menunjukkan di mana posisinya," tambahnya.

 

2, Proses Adaptasi

Zulfahmi tidak menampik bahwa Danish harus melewati proses belajar yang amat berat pada musim pertamanya di Moto3. Masalah konsistensi dinilai menjadi tantangan terbesar yang lazim dihadapi oleh seorang pembalap pendatang baru (rookie).

Para pembalap muda harus cepat beradaptasi dengan lintasan baru yang belum pernah dicoba, ataupun mengatasi kendala pace di sirkuit yang sebenarnya sudah mereka kenali. Meski demikian, pihak tim tetap puas dengan perkembangan Danish dan optimistis masih ada ruang besar untuk peningkatan performa diri maupun setelan motor.

Veda Ega Pratama

Saat ini Danish menduduki peringkat kesembilan di klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 116 poin. Ia masih tertinggal dari Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) yang berada di posisi ketujuh dengan 131 poin serta Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) di peringkat ketiga dengan 205 poin. Persaingan Danish selanjutnya akan berlanjut pada seri GP Qatar yang dijadwalkan mulai bergulir Jumat ini.

Topik Menarik