Wamenkes Respons Keluhan Berat Jadi WNI, Cerminkan Ketidakpuasan Pelayanan Publik

Wamenkes Respons Keluhan Berat Jadi WNI, Cerminkan Ketidakpuasan Pelayanan Publik

Terkini | inews | Selasa, 3 November 2026 - 18:29
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyoroti maraknya keluhan warganet mengenai sulitnya menjalani kehidupan sebagai warga negara Indonesia (WNI). Menurutnya, ungkapan yang ramai di media sosial tersebut mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

"Belakangan ini saya sering mendengar keluhan netizen di internet yang mengatakan ada yang bilang yang berat bukan jadi dewasa tapi jadi WNI. Ada lagi yang bilang hidup cuma sekali jadi WNI," ucap Dante dalam acara Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) Customer Forum 2026 di Kuningan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dante menilai, meski sejumlah ungkapan tersebut terkesan sebagai candaan di media sosial, fenomena itu mencerminkan adanya disidentifikasi nasional akibat ketidakpuasan terhadap pelayanan publik.

"Mungkin cuitan-cuitan seperti itu kelihatan lucu ya, tapi itu mencerminkan disidentifikasi nasional. Disidentifikasi nasional tersebut muncul karena ketidakpuasan kita pada layanan pemerintah," tuturnya

Dia menjelaskan, sektor kesehatan menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kualitas layanan kesehatan perlu terus ditingkatkan agar mampu menjawab harapan pasien.

Dante mengatakan, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada tindakan kuratif atau pengobatan. Aspek diagnostik, termasuk ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium, juga harus menjadi perhatian.

"Di dalam layanan diagnostik, pasien menunggu dengan cemas hasil laboratoriumnya, kemudian pasien juga membutuhkan keakuratan. Dan saya minta untuk meningkatkan kapabilitas keakuratan ini di tingkat laboratorium Kementerian Kesehatan dan di secara nasional," ucapnya.

Dalam konteks tersebut, dia menekankan pentingnya kontribusi Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) dalam menjamin keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Jangan jangan heran kalau hasilnya tidak akurat maka nanti mereka akan bandingkan dengan hasil-hasil yang ada di luar negeri," tuturnya.

Dante juga mendorong perubahan pola pelayanan kesehatan agar tidak hanya berorientasi pada pelayanan pelanggan (customer service), tetapi juga mampu memahami dan memenuhi harapan pasien (customer expectation).

"Jadi, kalau dulu namanya customer service, sekarang lebih dari customer service yang kita ingin bangun di dalam institusi Kementerian Kesehatan di manapun Kementerian Kesehatan melakukan pelayanan, tapi customer expectation. Jadi, kita sudah mengetahui sebelumnya apa yang diinginkan oleh customer, itu yang akan kita lakukan," kata dia.

Dia menambahkan, perkembangan teknologi laboratorium harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kepuasan pasien. Dante memastikan kemampuan laboratorium di Indonesia dapat bersaing dengan fasilitas serupa di luar negeri.

"Jadi ini adalah perkawinan antara teknologi dan sosiologi, di mana customer expectation itu menjadi salah satu ruang untuk memberikan kepuasan kepada customer yang berobat dan melakukan pemeriksaan laboratorium di Indonesia. Sehingga nanti nggak dibanding-bandingin lagi," tuturnya.

Topik Menarik