KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, Soroti Tekanan Rupiah dan Isu MSCI

KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, Soroti Tekanan Rupiah dan Isu MSCI

Berita Utama | inews | Selasa, 3 November 2026 - 19:11
share

JAKARTA, iNews.id - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga sepanjang kuartal III 2026. Meski demikian, kewaspadaan perlu ditingkatkan menyusul tekanan yang muncul pada Oktober akibat konflik geopolitik global hingga gejolak pasar saham domestik.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Suahasil Nazara menuturkan, hasil asesmen KSSK menunjukkan ketahanan pada sektor fiskal, moneter, dan jasa keuangan masih terjaga selama periode Juli hingga September 2026.

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III tetap terjaga baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antar otoritas,” ujar Suahasil dalam konferensi pers hasil rapat KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Konferensi pers hasil rapat KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Anggie Ariesta)

Suahasil menambahkan, daya tahan ekonomi nasional didukung pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang konsisten serta fungsi intermediasi lembaga keuangan yang berjalan optimal.

"KSSK bertemu rapat berkala tiga bulan dan minggu lalu menyelenggarakan rapat keempat tahun 2026 untuk melaporkan dan mendiskusikan stabilitas sistem keuangan kuartal III-2026, untuk Juli sampai September," tuturnya.

Namun, memasuki Oktober 2026, dinamika pasar keuangan diwarnai ketidakpastian yang meningkat. Eskalasi konflik geopolitik internasional mendorong kenaikan harga komoditas energi global sekaligus mempersempit ruang kebijakan moneter dunia.

Di dalam negeri, tekanan juga dipengaruhi kondisi likuiditas yang cenderung mengetat serta volatilitas pasar modal. Hal ini menyusul respons pelaku pasar terhadap isu perubahan klasifikasi pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kombinasi sentimen global dan domestik tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta memicu arus modal keluar (outflow) dari pasar saham nasional.

Meski demikian, KSSK meyakini fundamental ekonomi makro yang solid serta bauran kebijakan yang adaptif tetap menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan.

Ke depan, KSSK berkomitmen memperkuat pengawasan berorientasi ke depan (forward looking) dan meningkatkan koordinasi lintas otoritas. Langkah tersebut dilakukan untuk memitigasi dampak dinamika eksternal terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

“Hari ini adalah kesimpulan yang berdasarkan rapat berkala KSSK keempat tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada minggu lalu hari Rabu 28 Oktober 2026,” ucap Suahasil.

Topik Menarik