Tolak Konser Andrea Bocelli, Massa Pendukung Palestina Demo di Patung Kuda Jakpus

Tolak Konser Andrea Bocelli, Massa Pendukung Palestina Demo di Patung Kuda Jakpus

Terkini | inews | Selasa, 3 November 2026 - 12:32
share

JAKARTA, iNews.id - Massa dari Global Peace Convoy Indonesia menggelar aksi demonstrasi menolak konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Diketahui, konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam ini pukul 20.00 WIB di JIExpo New Hall, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pantauan di lokasi, massa yang terdiri atas laki-laki, perempuan, anak muda hingga anak-anak turut mengikuti aksi tersebut. Mereka membawa bendera Palestina dan sejumlah peserta tampak mengenakan kufiah saat menyampaikan aspirasi.

Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Bachtiar Nasir, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap konser yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada kemerdekaan Palestina.

"Karena sampai hari ini, kami tidak mendengarkan satu patah kata pun bahwa dia (Andrea Bocelli) berpihak pada kemerdekaan Palestina. Tidak ada keberpihakan kepada rakyat Gaza," kata Bachtiar di kawasan Patung Kuda.

Bachtiar juga mempersoalkan narasi kemanusiaan yang dibawa dalam konser tersebut. 

"Apa yang dia sebut sebagai konser kemanusiaan adalah konser kemanusiaan yang tidak berimbang, 9 juta dolar yang dikumpulkan untuk tentara-tentara Israel adalah sebuah kejahatan untuk membantai rakyat di Gaza," ujarnya.

Dia turut mempertanyakan sikap Andrea Bocelli terhadap situasi kemanusiaan di Palestina. Bachtiar menilai belum ada pernyataan yang menunjukkan simpati terhadap warga Gaza.

"Mana pernyataan mereka buat anak-anak Gaza? Mana pernyataan mereka buat anak-anak Palestina? Mana pernyataan mereka untuk kemerdekaan? Ini yang kami tuntut dari dari mereka," katanya.

Bachtiar juga mengajak masyarakat memboikot pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konser tersebut, termasuk produk-produk yang dinilai mendukung penjajahan.

"Karena itu, kami mengajak memboikot siapa pun semua yang menyelenggarakan acara ini," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung buka suara terkait kritik sejumlah pihak terhadap rencana konser penyanyi opera Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026. Pramono menegaskan, promotor telah mengantongi izin dari sejumlah instansi terkait untuk menyelenggarakan konser tersebut.

"Konser Andrea Bocelli ini ada dua kegiatan, yang satu di Borobudur, yang satu di Jakarta. Promotor telah mengantongi izin dan izinnya dari kementerian, dari Kementerian Pariwisata, Kepolisian RI, kemudian Kebudayaan, Imigrasi, dan pengelola venue," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).

Pramono mengaku tidak pernah memberikan pernyataan terkait konser tersebut. Namun, setelah pelaksanaannya menjadi perbincangan publik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memilih mengikuti keputusan pemerintah pusat.

"Saya sendiri terus terang kalau saudara-saudara perhatikan, saya hampir nggak pernah memberikan statement tentang konser ini, sama sekali nggak pernah," kata dia.

Topik Menarik