Cerita Pramono Sempat Deg-Degan saat Ye Konser di Jakarta: Ternyata Lancar, Diapresiasi Ye

Cerita Pramono Sempat Deg-Degan saat Ye Konser di Jakarta: Ternyata Lancar, Diapresiasi Ye

Terkini | inews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 06:00
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung menceritakan, dirinya sempat deg-degan saat rapper Ye atau Kanye West menggelar konser di Jakarta. Namun, acara berskala internasional tersebut akhirnya berhasil digelar dengan lancar.

Pramono mengatakan, pihaknya berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai epicentrum of event atau pusat penyelenggaraan berbagai acara, mulai dari konser musik hingga ajang olahraga.

"Ketika Ye main di sini, sebenarnya kita juga deg-degan, bisa nggak kita memberikan dukungan terbaik karena ada Jakarta Running Festival. Ternyata semuanya berjalan dengan baik, dan saya mendapatkan informasi bahwa Ye juga mengapresiasi penyelenggaraan yang kita lakukan," ujar Pramono, di Jakarta, dikutip Jumat (30/10/2026).

Dia juga mencontohkan keberhasilan konser The Weeknd yang berlangsung selama dua hari. Penyelenggaraan konser tersebut didukung akses transportasi menuju Jakarta International Stadium (JIS) yang semakin baik, termasuk operasional KRL hingga pukul 01.00 WIB untuk melayani penonton yang pulang setelah acara.

Pemerintah Provinsi Jakarta juga menyiapkan dukungan untuk sejumlah konser mendatang, di antaranya Guns N’ Roses pada November, BTS pada 26, 27 dan 29 Desember, serta Westlife pada Januari.

Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pramono mendorong promotor menghadirkan musisi dunia yang belum pernah tampil di Jakarta. Pemprov, kata dia, siap memberikan berbagai kemudahan sesuai ketentuan untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.

"Kita sudah tidak kalah sekarang menyelenggarakan event-event seperti itu dengan Singapura, kita sudah nggak kalah," katanya.

Pramono memperkirakan konser The Weeknd yang berlangsung bersamaan dengan Pestapora memberikan dampak ekonomi sekitar Rp250 miliar. Sementara itu, konser Ye dan Jakarta Running Festival diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi gabungan sekitar Rp625 miliar.

Dari jumlah tersebut, konser Ye diperkirakan menyumbang Rp450 miliar, sedangkan Jakarta Running Festival berkontribusi sekitar Rp175 miliar.

Menurutnya, peningkatan kualitas transportasi publik dan fasilitas pendukung menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi penyelenggaraan acara internasional. Selain itu, pengembangan layanan Transjabodetabek juga penting untuk memperkuat konektivitas dengan wilayah penyangga sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Topik Menarik