Komentari Pemilu Israel, Warga Gaza: Siapa pun yang Menang Tak Pengaruh

Komentari Pemilu Israel, Warga Gaza: Siapa pun yang Menang Tak Pengaruh

Terkini | inews | Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:15
share

KHAN YOUNIS, iNews.id - Warga Palestina di Jalur Gaza maupun Tepi Barat tak peduli dengan hiruk-pikuk pesta demokrasi di Israel. Bagi mereka, siapa pun yang memenangkan pemilu Israel, sama saja.

Mereka tak memedulikan siapa yang akan menjadi perdana menteri Israel berikutnya, Benjamin Netanyahu atau pesaing terdekatnya yang berhaluan tengah, Gadi Eisenkot, karena meyakini tak akan ada perubahan nyata menuju perdamaian.

“Kami khawatir pemilu ini akan menghasilkan pemimpin yang lebih buruk,” kata Huda Al Houli, seorang pengungsi yang tinggal di Khan Yunis, Gaza, kepada AFP, dikutip Kamis (29/10/2026).

Hasil pemilu Israel, kata dia, hanya akan membawa kehancuran dan malapetaka lebih banyak di Palestina.

Di Ramallah, Tepi Barat, Ahmed Awad (67), juga skeptis akan hasil pemilu.

“Apa pun hasilnya, bahkan jika politisi berubah, saya rasa tidak akan ada perubahan radikal atau dramatis dalam kebijakan terhadap konflik Palestina-Israel,” katanya.

Warga Tepi Barat lainnya, Abdallah Abu Rahma (54), berharap oposisi Israel memenangkan pemilu sehingga membawa perubahan dalam kebijakan Israel, terutama terkait serangan militer Zionis ke wilayahnya.

“Apa pun yang terjadi, pasti akan lebih baik daripada apa yang telah kita alami dalam beberapa tahun terakhir,” kata Abdallah.

Namun jika Netanyahu tetap menjabat, lanjut dia, koalisi apa pun yang dia bentuk akan terus menempuh jalan yang sama.

Beth Oppenheim, peneliti dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan pemerintahan yang dipimpin Eisenkot kelak bisa mengekang pengaruh sayap kanan pro-pemukiman Yahudi.

Pemerintahan itu juga dapat mengurangi tekanan pada Otoritas Palestina dan mengambil pendekatan lebih fleksibel terhadap bantuan dan gencatan senjata di Gaza.

Namun dia tetap memperingatkan agar tidak berharap besar kepadanya.

"Tidak akan ada perubahan besar," katanya, seraya menambahkan, tidak akan ada pergeseran besar terkait terwujudnya negara Palestina maupun proses perdamaian dengan Israel.

Topik Menarik