Ballon d’Or 2026 Harry Kane Picu Kontroversi, Legenda Real Madrid Ungkap Kejanggalan

Ballon d’Or 2026 Harry Kane Picu Kontroversi, Legenda Real Madrid Ungkap Kejanggalan

Olahraga | inews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:00
share

MADRID, iNews.id - Ballon d’Or yang dimenangkan Harry Kane menuai kecurigaan dari mantan gelandang Real Madrid, Guti, yang menyoroti keputusan memindahkan lokasi upacara penghargaan ke London pada perayaan edisi ke-70. Dia menyebut kemenangan Kane sebagai sebuah “kebetulan luar biasa” karena penyerang tersebut berasal dari London.

Kane mengalahkan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola tersebut. Penyerang Inggris itu memang memiliki catatan impresif sepanjang musim 2025-2026, tetapi hasil pemungutan suara tetap memunculkan perdebatan.

Kane mengakhiri musim 2025-2026 dengan torehan 73 gol untuk klub dan tim nasional. Catatan tersebut menjadi salah satu yang paling menonjol dalam sejarah sepak bola, meski masih berada di bawah rekor Lionel Messi yang mencetak 82 gol sepanjang musim 2011-2012.

Meski statistik Kane mengesankan, Guti belum sepenuhnya menerima hasil penghargaan tersebut. Dalam program televisi El Chiringuito setelah pemenang diumumkan, mantan pemain Real Madrid dan Timnas Spanyol itu mempertanyakan kaitan antara lokasi acara dan kemenangan Kane.

“Ini kebetulan saja, pada peringatan ke-70, mereka memindahkan acara ke London dan seseorang dari London memenangkannya. Ini kebetulan yang luar biasa, mereka memindahkannya ke London dan seseorang dari London memenangkannya, bukan? Maksud saya, seolah-olah semuanya sudah…”

Pernyataan itu kemudian ditanggapi salah satu panelis El Chiringuito dengan kata “direkayasa”. Guti menyetujui pernyataan tersebut dan menegaskan pandangannya terhadap penghargaan itu.

“Sepenuhnya. Benar-benar. Itulah yang saya pikirkan, dan itulah yang sudah lama saya pikirkan tentang penghargaan ini.”

Guti Soroti Reaksi Harry Kane saat Menang

Selain mempertanyakan pemindahan lokasi acara, Guti juga menyoroti ekspresi Kane ketika namanya diumumkan sebagai pemenang Ballon d’Or. Menurut dia, reaksi sang striker memperlihatkan ketidakyakinan terhadap peluangnya sendiri.

“Saya katakan kepada Anda, ketika saya melihat ekspresi wajahnya saat Harry Kane diumumkan, dia tidak pernah menyangka sepanjang hidupnya akan memenangkannya. Tidak pernah.”

Guti kembali menyinggung ekspresi Kane dan menduga sang penyerang memperkirakan Mbappe atau Lamine Yamal akan finis di posisi lebih tinggi. Namun, penilaian tersebut merupakan interpretasi Guti terhadap reaksi Kane, bukan bukti adanya kecurangan dalam pemilihan pemenang.

“Saya pikir dia memperkirakan Lamine Yamal dan Mbappe akan finis di atasnya. Anda hanya perlu melihat ekspresi wajahnya.”

Di sisi lain, persaingan perebutan Ballon d’Or tahun ini disebut berlangsung ketat. Pemimpin redaksi France Football, Vincent Garcia, menjelaskan selisih poin antara Kane dan Mbappe sangat tipis ketika hasil pemungutan suara dirampungkan.

“Tahun ini, ada beberapa kandidat serius. Dua yang paling dekat adalah dua teratas, Harry Kane dan Kylian Mbappe, dan persaingan di antara mereka ditentukan oleh selisih yang sangat kecil,” kata Garcia.

Dia juga membandingkan persaingan tersebut dengan perebutan Ballon d’Or 2024 antara Rodri dan Vinicius Junior. Kala itu, selisih poin keduanya mencapai 41 angka, yang sudah dianggap sangat tipis.

“Selisih poin antara Kane dan Mbappe lebih kecil dibandingkan selisih antara Rodri dan Vinicius pada 2024, yaitu 41 poin, dan saat itu selisihnya sudah sangat tipis.”

Garcia mengungkapkan dirinya memantau perkembangan hasil pemungutan suara secara langsung selama periode pemilihan. Menurut dia, Mbappe sempat memimpin persaingan dalam waktu cukup lama sebelum Kane kembali masuk ke perebutan posisi teratas.

“Persaingannya sangat ketat. Saya memantau hasilnya secara langsung selama bulan pemungutan suara. Kylian memimpin persaingan untuk waktu yang lama, tetapi Harry Kane kembali bersaing, dan pada akhirnya, semuanya ditentukan oleh selisih poin yang sangat, sangat kecil.”

Pernyataan Garcia memberikan gambaran mengenai ketatnya persaingan antara Kane dan Mbappe. Sementara itu, komentar Guti menambah perdebatan setelah hasil diumumkan, meski tidak disertai bukti yang membuktikan hasil Ballon d’Or telah direkayasa.

Topik Menarik