Asap Karhutla Memburuk, Menkes Minta Warga di Rumah Saja!

Asap Karhutla Memburuk, Menkes Minta Warga di Rumah Saja!

Terkini | inews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:56
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk beradaptasi dengan kondisi kabut asap yang semakin buruk. Salah satunya dengan mengurangi aktivitas di luar rumah guna meminimalkan paparan asap, terutama bagi kelompok rentan.

Menkes Budi mengingatkan kelompok rentan, seperti bayi, balita, orang lanjut usia (lansia), dan ibu hamil, agar sebisa mungkin tetap berada di rumah. Menurutnya, paparan kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

"Kami di Kementerian Kesehatan memang melihat bahwa bencana ini dampaknya cukup besar terutama untuk kaum rentan. Kita melihatnya tuh orang tua, balita, dan juga ibu hamil," kata Menkes Budi kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, belum lama ini.

Dia mengatakan, Kemenkes berupaya meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat melalui imbauan dan edukasi. Masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan dan menghindari paparan asap jika tidak ada keperluan mendesak.

"Yang saya sampaikan selalu adalah bahwa nomor satu kalau bisa stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus bersegera beradaptasi dan usahakan stay di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar penting," ujarnya.

Menkes juga meminta masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk menggunakan perlindungan guna mengurangi paparan asap. Masker menjadi salah satu perlengkapan yang disarankan untuk melindungi saluran pernapasan.

Jika tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker N95. Namun, jika tidak memiliki masker jenis tersebut, Budi menyarankan penggunaan masker lain yang tersedia daripada tidak menggunakan perlindungan sama sekali.

"Caranya bagaimana? Gunakan masker. Kalau ada yang masker N95, gunakannya N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah," tutur Budi.

Selain saluran pernapasan, masyarakat juga diminta melindungi mata dan kulit saat berada di luar ruangan. Budi menyarankan penggunaan kacamata, baik kacamata hitam maupun kacamata biasa, serta pakaian berlengan panjang untuk mengurangi paparan langsung terhadap kulit.

"Jadi untuk kena kulit, usahakan pakai baju yang menutup gitu ya, baju-baju panjang seperti ini. Ya jangan pakai bajunya singlet atau baju kaos karena nanti benda-benda itu akan nempel ke kulit dan kita enggak tahu kalau nanti bisa menyebabkan penyakit," katanya.

Setelah kembali dari luar rumah, masyarakat juga dianjurkan segera membersihkan diri menggunakan air. Budi mengingatkan agar tubuh tidak langsung digosok saat dibersihkan.

Dia kembali menegaskan bahwa kelompok rentan sebaiknya tidak keluar rumah selama kondisi kabut asap masih mengkhawatirkan. Jika ada kebutuhan harian yang mendesak, seperti membeli makanan, masyarakat yang tidak termasuk kelompok rentan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

"Jadi dari sisi kesehatan, melihat kenyataannya sudah seperti ini, pesan saya adalah terutama untuk kaum rentan jangan keluar rumah, ya, jangan keluar rumah. Nomor dua, kalau terpaksa keluar rumah—saya harapkan jangan gitu ya, biar yang tidak rentan saja keluar rumah untuk mengambil makanan dan lain sebagainya kalau ada kebutuhan sehari," ucapnya.

Menkes Budi turut meminta masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar kabut asap agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain batuk dan iritasi kulit. Jika mengalami batuk berdarah, masyarakat juga perlu segera mencari pertolongan medis.

Menurut dia, Kemenkes telah menyiapkan suplai obat-obatan di puskesmas di daerah terdampak bencana untuk menangani gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Seluruh puskesmas-puskesmas di daerah bencana sudah kami siapkan dengan suplai obat-obatan untuk bisa menangani penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh asap, ya, oleh asap," kata Budi.

Dia berharap masyarakat dapat mengikuti langkah pencegahan tersebut, termasuk membantu menyampaikan imbauan kepada kelompok rentan, agar dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat diminimalkan.

Topik Menarik