Prancis Rusuh! Butik Mewah dan Toko Ponsel Dijarah, Kantor Pemerintah Dibakar

Prancis Rusuh! Butik Mewah dan Toko Ponsel Dijarah, Kantor Pemerintah Dibakar

Terkini | inews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:01
share

PARIS, iNews.id - Kerusuhan melanda berbagai kota di Prancis setelah ratusan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes mahalnya biaya hidup dan penurunan layanan publik, Sabtu (17/10/2026). Demonstrasi yang diwarnai bentrokan dengan polisi itu berujung pada penjarahan butik-butik mewah, perusakan gedung pemerintah, hingga pembakaran fasilitas umum.

Sejumlah perusuh berusaha menerobos masuk ke gerai Galeries Lafayette di Paris. Mereka juga menjarah toko pakaian Lacoste dan butik-butik lainnya, menghancurkan bank, serta merampok gerai telepon seluler SFR. Kendaraan turut dibakar di tengah kekacauan yang meluas.

Kerusuhan juga menyasar gedung-gedung pemerintah di sejumlah kota. Di Limoges, balai kota dibakar. Sementara itu, di Marseille, demonstran berpakaian hitam menerobos masuk ke balai kota dan merusak bangunan dengan grafiti bernuansa anarkistis. Di Lyon, massa membakar kantor pariwisata kota.

Kelompok-kelompok perusuh juga menyerang kendaraan dan polisi. Bentrokan pecah ketika aparat berusaha mengendalikan situasi di tengah demonstrasi yang melibatkan ratusan ribu orang di puluhan kota di Prancis.

Demonstrasi melibatkan pelajar dan mantan aktivis gerakan rompi kuning yang turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai tuntutan. Selain memprotes kenaikan biaya hidup dan penurunan layanan publik, massa juga membawa spanduk berisi kritik terhadap polisi, Macron, dan kelompok orang kaya.

Di sejumlah bagian Kota Paris, polisi menembakkan gas air mata menghadapi demonstran yang sebagian besar masih muda. Banyak peserta aksi mengenakan pakaian hitam, hoodie, masker, dan kacamata untuk melindungi diri dari gas air mata.

Para demonstran yang beraksi secara damai menuding kelompok perusuh menunggangi gerakan mereka untuk memicu bentrokan dan melakukan perusakan. Mereka menegaskan bahwa tuntutan utama aksi berkaitan dengan persoalan ekonomi dan layanan publik.

Seorang demonstran Lola (19, mengatakan tingginya harga kebutuhan hidup dan bahan bakar menjadi alasan masyarakat turun ke jalan. Dia juga menyoroti persoalan pendidikan serta kekerasan terhadap pelajar yang menyuarakan aspirasi.

“Kami berjuang karena biaya hidup terlalu tinggi, karena harga bahan bakar terlalu mahal, karena siswa sekolah menengah diserang dan dilukai secara brutal di seluruh negeri hanya karena berusaha memprotes dan meminta lebih banyak guru dan kondisi belajar yang layak,” kata Lola, seperti dikutip dari Reuters.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam aksi anarkistis tersebut. Dia berjanji menuntut dan menghukum para pelaku kekerasan yang dinilai berusaha merusak institusi negara serta menghalangi masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kita semua bersatu melawan para penebar kekacauan, yang hanya berusaha merusak institusi kita dan mencegah mereka yang secara damai menyampaikan tuntutan,” kata Macron dalam pernyataan di media sosial X.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu juga menegaskan pemerintah tidak akan tunduk pada intimidasi. Dia menyalahkan kerusuhan tersebut kepada kelompok sayap kiri ekstrem dan para pelaku kriminal, terlebih aksi berlangsung beberapa bulan menjelang pemilihan presiden (pilpres).

“Kepada mereka yang jelas-jelas ingin menggunakan kekerasan ini sebagai ‘pemanasan’ sebelum pemilihan presiden, saya sampaikan dengan tegas: Kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi. Tidak seorang pun bisa memaksakan agenda politik mereka melalui kekerasan,” tulis Lecornu di X.

Dia menambahkan, polisi telah menangkap sekitar 1.200 orang di seluruh Prancis. Pemerintah memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut. Namun, serikat pekerja CGT menyebut jumlah peserta aksi mencapai 800.000 orang.

Kerusuhan tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah Prancis. Selain menghadapi tuntutan masyarakat, aparat juga harus menangani aksi kekerasan dan penjarahan yang terjadi di tengah demonstrasi berskala besar.

Topik Menarik