Paus Leo Pulang ke Vatikan usai Operasi Kanker Paru: Kondisi Saya Jauh Lebih Baik
KOTA VATIKAN, iNews.id - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV kembali ke Vatikan, Sabtu (17/10/2026), empat hari setelah menjalani operasi kanker paru-paru di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia. Kepulangannya disambut puluhan simpatisan yang meneriakkan sapaan “Yang Mulia”.
“Kondisi saya jauh lebih baik, terima kasih,” ujar Paus Leo saat ditanya mengenai keadaannya sebelum meninggalkan rumah sakit dengan mobil SUV hitam.
Paus Leo yang berusia 71 tahun sempat menyapa para pasien di dalam rumah sakit bersama dokter bedahnya, Dr. Stefano Margaritora. Dia kemudian melambaikan tangan kepada orang-orang yang menunggunya di luar sebelum berjalan menuju kendaraan yang telah disiapkan.
Dalam perjalanan menuju mobil, Paus Leo berhenti sejenak untuk menerima boneka Paus buatan tangan dari seorang gadis Ukraina berusia 13 tahun. Gadis tersebut mengatakan boneka itu telah membantunya melewati pengobatan kanker yang berhasil dijalaninya.
Sang gadis sebelumnya pernah bertemu Paus Leo dalam audiensi di Lapangan Santo Petrus pada Desember tahun lalu. Kepada wartawan, dia mengatakan pertemuan tersebut memberinya kekuatan untuk mengatasi penyakit tersebut.
Sekitar 10 menit setelah meninggalkan rumah sakit, Paus Leo tiba di Vatikan. Dia dijadwalkan kembali menjalankan sebagian tugasnya pada Minggu dengan menyapa umat melalui doa Angelus, tepat satu pekan setelah mengumumkan kepada umat di Lapangan Santo Petrus bahwa dokter menemukan nodul atau benjolan di paru-parunya.
Pengungkapan kondisi kesehatan tersebut tergolong terbuka bagi seorang paus. Pada Selasa (13/10/2026), Paus Leo menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanannya. Operasi itu mengonfirmasi bahwa dia menderita adenokarsinoma, jenis kanker paru-paru yang paling umum.
Sejak menjalani operasi, Paus Leo menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang baik. Dia sempat berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengadakan pertemuan dengan para pembantu senior, serta memimpin Misa di sebuah kapel darurat di rumah sakit.
Haru! Gubernur Banten Kenang 5 Jurnalis: Kami Sempat Diskusi Kurang dari 24 Jam sebelum Hilang
Buletin medis dari dokter pribadi dan dokter bedahnya juga menyebutkan bahwa pemulihan pascaoperasi berjalan baik. Paus Leo dilaporkan telah mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal tanpa bantuan siapa pun.
Pada Jumat (16/10/2026), Vatikan merilis foto-foto pertama Paus Leo setelah operasi. Foto tersebut memperlihatkan dirinya mengenakan jubah liturgi hijau saat berdiri di depan altar kapel rumah sakit.
Para dokter menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan “perbaikan kondisi yang terus berlanjut”.
Paus Leo memimpin liturgi seorang diri dan membagikan Komuni kepada tenaga medis serta petugas keamanan Vatikan. Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan, dalam homilinya, Paus menyampaikan terima kasih kepada staf rumah sakit.
“Atas pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari dalam merawat orang sakit yang berada dalam kondisi rentan, dan secara khusus atas apa yang telah mereka lakukan untuk dirinya,” kata Bruni.
Sebelumnya, Vatikan memperkirakan masa perawatan Paus Leo di rumah sakit akan berlangsung selama satu pekan. Sejumlah agenda pertemuan Paus hingga Selasa juga telah dibatalkan.
Para ahli menyatakan pasien dapat diperbolehkan pulang lebih awal, bergantung pada perkembangan pemulihan. Namun, Bruni menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan tim dokter Paus.
Agenda besar berikutnya bagi Paus Leo adalah kunjungan ke Amerika Latin pada 6–17 November. Dia memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk memulihkan diri sebelum menjalani perjalanan yang mencakup belasan penerbangan dan dua perjalanan menggunakan helikopter.
Vatikan mengisyaratkan persiapan kunjungan tersebut tetap berjalan dengan merilis daftar jurnalis yang terakreditasi untuk mengikuti penerbangan bersama Paus pada Jumat.
Para ahli bedah onkologi menyatakan pasien umumnya dapat bepergian menggunakan pesawat setelah tiga minggu, dengan mempertimbangkan kondisi pemulihan masing-masing.
Sementara itu, tim dokter masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui karakteristik molekuler dan genetik kanker yang diderita Paus Leo secara lebih terperinci. Pemeriksaan tersebut juga diperlukan untuk memastikan apakah kanker telah menyebar ke luar lobus paru-paru yang terdampak dan menentukan apakah pasien membutuhkan penanganan medis lanjutan.









