IHSG Babak Belur, Menko Airlangga Minta Investor Tak Terjebak Sentimen Pasar
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengingatkan investor agar tidak terjebak sentimen pasar di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dia meminta pelaku pasar dapat membedakan antara tekanan yang dipicu sentimen dengan kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang dinilai masih kuat.
Menurutnya, gejolak yang terjadi di pasar keuangan saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor sentimen, bukan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional.
"Kemarin kita sudah sampaikan bahwa sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat, tetapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimental," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Dia pun berharap investor dapat mencermati berbagai informasi yang berkembang di pasar, termasuk penilaian dari lembaga internasional, sebelum mengambil keputusan investasi.
"Nah tentu faktor sentimental, ini kita berharap para investor paham mana yang sentimental, mana yang fundamental, dan mana yang diberikan oleh rating agency yang lain," ujarnya.
Airlangga juga turut mempertanyakan sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market.
Dia menilai, langkah MSCI tersebut menimbulkan pertanyaan, terlebih lembaga pemeringkat lainnya tidak mempermasalahkan kondisi pasar saham Indonesia sebagaimana yang disoroti MSCI.
"Kenapa rating agency yang lain tidak mempersoalkan hal ini, dan kenapa MSCI secara sistematik selalu membuka atau membuat deadline apalagi kemarin yang ketemu di Bangkok kan pimpinannya bukan analisnya," katanya.
Airlangga juga mengaku heran lantaran isu penurunan status pasar saham Indonesia tidak dibahas dalam pertemuan antara sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan Indonesia dan MSCI di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu.
Padahal, pertemuan tersebut baru berlangsung beberapa hari sebelum munculnya pengumuman MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar.
"Kenapa sudah ketemu di Thailand kemarin nggak bicara pasal ini? Bukan ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kok nggak ngomong yang ini, padahal yang kemarin itu seminggu juga belum. Ya tentu kita lihat aja tapi kita tidak boleh suudzon," katanya.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (16/10/2026). Indeks terpantau terkoreksi sebesar 10,76 persen ke level 5.233.
Diketahui, pada sesi pembukaan pagi hari tadi IHSG juga dibuka di zona merah. Indeks mengalami koreksi 8,01 persen di level 5.393 hingga Bursa Saham Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt.
Diketahui, trading halt merupakan penghentian sementara aktivitas perdagangan saham. Sesuai aturan trading halt memang akan dilakukan selama 30 menit jika IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen.










