Persija Berpotensi Dihukum Pengurangan Poin Imbas Penyerangan Bus Persib, Ini Kata Ketum Jakmania
JAKARTA - Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, angkat bicara soal wacana potensi pengurangan poin imbas insiden penyerangan bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Dengan berpedoman regulasi yang ada, ia menilai insiden itu tak bisa dijadikan acuan untuk mengurangi poin Persija.
1. Berpedoman Regulasi
Penyerangan bus Persib U-18 terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 2026. Penyerangan itu menyisakan tanya untuk Persija. Pasalnya, Macan Kemayoran -julukan Persija- disebut-sebut bisa terkena hukuman pengurangan poin karena ulah oknum suporternya.
Namun demikian, Aditya meyakini insiden ini tidak bisa menjadi tolok ukur Persija terkena hukuman pengurangan poin. Aditya berpedoman pada regulasi yang ada dan keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
"Oke, pertama-tama, pengurangan poin kita harus lihat dulu apakah memang aturannya sudah berlaku atau belum," kata Aditya kepada awak media, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/10/2026).
"Kedua, terkait pengurangan poin itu sendiri ya setahu gua kan itu kan masih dalam tahap untuk dibuat regulasinya, bukan regulasi yang sudah berlaku saat ini. Yang gua tau dan gua pahami untuk regulasi saat ini adalah ketika ada yang nanti datangnya hukuman dan sebagainya, itu ketika kejadian itu terjadi di sekitar stadion. Maksimal tuh perimeter satu, perimeter dua kan itu kan diatur ya. Gua lupalah jaraknya seperti apa," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Komdis PSSI, Umar Husein, menyatakan pihaknya memiliki batas kewenangan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan Kode Disiplin PSSI 2025. Ketentuan yang mengatur tanggung jawab atas tingkah laku buruk penonton tidak dapat diterapkan begitu saja terhadap peristiwa penyerangan di luar area yang ditetapkan dalam regulasi.
SMPN 16 Medan Rampung Direnovasi gegara Langganan Banjir, Mendikdasmen: Tak Perlu PJJ Lagi
"Cuma kalau untuk kejadian seperti ini dan gua juga mengutip dari Ketua Komdis PSSI yang sudah ber-statement kemarin bahwasanya kejadian ini murni adalah hukum pidana. Sekali lagi karena ini adalah hukum pidana, gua sangat menghormati apa yang sedang dilakukan oleh kepolisian," ujar Aditya.
2. The Jakmania Minta Maaf
Di sisi lain, Aditya meminta maaf karena insiden tersebut terkait dengan The Jakmania. Pria berkacamata itu menegaskan, The Jakmania selaku organisasi resmi pendukung Persija Jakarta berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
"Pertama-tama gua ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk siapapun yang istilahnya terganggu atau marah dan sebagainya karena ulah dari teman-teman. Dan juga sekali lagi permohonan maaf untuk semua," kata Aditya.
"Untuk saat ini kami masih mengikuti pengembangan dari perkara ini. Karena setahu gua informasi yang gua dapet adalah ini masih dalam tahap penyelidikan, belum ada penetapan tersangka dan sebagainya. Dan gua rasa pengembangan ini masih sangat gua ikutin," sambungnya.
Sebenarnya, polisi telah menangkap salah satu pelaku buntut penyerangan tersebut. Salah satu pelaku tersebut berinisial BPA yang merupakan warga Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat. Aditya tak menutup kemungkinan ada pelaku penyerangan lain selain BPA.
Ketum Parpol Koalisi Bertemu Bahas RUU Pemilu, Gerindra Setuju Ambang Batas Parlemen 5 Persen
"Karena gua belum tahu nih nanti untuk ke depannya apakah akan bertambah lagi yang tersangka dan sebagainya. Jadi gua masih sangat menunggu, masih terus menunggu proses-prosesnya," tutur Aditya.
Sehubungan dengan itu, Aditya menegaskan pihaknya akan memberlakukan sanksi jika pelaku terbukti merupakan anggota resmi The Jakmania. Sanksi tersebut salah satunya adalah pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Kalau untuk anggota, ya pasti kita pencabutan KTA. Kalau untuk organisasi wilayahnya, ya kita bisa macam-macam sebenernya. Dari eh pembekuan, atau misalkan skorsing dan sebagainya," ujar Aditya.
"Tapi kita masih dalam penggodokan, karena kita masih menunggu dari pengembangan penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian, seperti itu," katanya.
Sementara itu, saat ini Persija Jakarta sedang dalam tren positif usai menyapu bersih kemenangan di empat pekan awal Super League 2026-2027. Macan Kemayoran memuncaki klasemen dengan koleksi 12 poin usai mengalahkan Borneo FC (1-0), Persib Bandung (2-1), Java United (1-0), dan PSIM Yogyakarta (4-0).









